Pada akhir pekan perdagangan, indeks utama Wall Street ditutup bervariasi. Dow menjadi satu-satunya indeks yang tumbuh meski terbatas, karena investor khawatir laju inflasi naik terlalu cepat.
Melansir Reuters, Senin (24/5), Dow Jones Industrial Average naik 123,69 poin atau 0,36 persen menjadi 34.207,84, indeks S&P 500 kehilangan 3,26 poin, atau 0,08 persen menjadi 4.155,86, dan Nasdaq turun 64,75 poin atau 0,48 persen menjadi 13.470,99.
Volume di bursa AS adalah 9,08 miliar saham. Selama pekan lalu, Down turun 0,5 persen, S&P 500 merosot 0,4 persen, sementara Nasdaq naik 0,3 persen.
Dow terangkat oleh industri, termasuk Boeing (BA.N) dan Caterpillar Inc (CAT.N). Boeing melonjak 3,1 persen karena menurut sumber Reuters, pembuat pesawat itu tengah menyusun rencana awal untuk meningkatkan produksi 737 MAX menjadi sebanyak 42 jet sebulan di tahun depan. Saham bank, termasuk Goldman Sachs dan JP Morgan, juga mendukung kenaikan Dow.
Sementara S&P 500 turun 0,08 persen menjadi 4.155,86, penurunan selama dua minggu berturut-turut. Sektor teknologi informasi dan kebijakan konsumen memimpin aksi jual, sementara keuangan dan energi membukukan keuntungan sektoral terbesar.
Analis memperkirakan kenaikan perdagangan akan terus berlanjut, sejalan vaksinasi dan pembukaan kembali ekonomi.
Sementara itu, data perekonomian AS yang kuat memberikan tekanan pada saham-saham keuangan, yang kemungkinan besar akan terpengaruh oleh potensi kenaikan suku bunga.
Data IHS Markit menunjukkan, aktivitas bisnis AS meningkat di bulan ini, sejalan dengan permintaan domestik yang kembali kuat. Namun produksi masih menjadi kendala, karena produsen berjuang untuk menemukan bahan baku dan tenaga kerja.
“Investor harus mengubah pola pikir mereka dan memahami bahwa teknologi akan menjadi perdagangan untuk jangka panjang. Mereka tidak mungkin melihat peningkatan 20 persen di Apple dalam beberapa bulan mendatang,” kata Sylvia Jablonski, kepala investasi di Defiance ETFs.
Selain itu, nilai Bitcoin juga terus menurun setelah Wakil Perdana Menteri China, Liu He, mengatakan bahwa Negeri Tirai Bambu itu akan menindak aktivitas penambangan dan perdagangan mata uang virtual. Saham terkait Cryptocurrency seperti Coinbase Global (COIN.O) turun 3,9 persen.
Ford Motor Co (FN) melonjak 6,7 persen, kenaikan satu hari terbesar sejak Desember 2020. Hal ini terjadi setelah Ford mengumumkan rencana untuk membentuk usaha patungan baterai di AS dengan pembuat baterai Korea Selatan, SK Innovation.
Nvidia Corp (NVDA.O) naik 2,6 persen, setelah mengumumkan pemecahan saham atau stocks split dengan perbandingan 4:1, untuk membuat sahamnya lebih murah bagi investor.
VF Corp (VFC.N) merosot setelah perusahaan induk Vans dan The North Face melaporkan laba kuartalan lebih rendah dari perkiraan.