Investor Khawatir Gelombang Kedua Lockdown, Wall Street Bergerak Datar

Dua indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Dow Jones, ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/7), ditekan oleh kekhawatiran investor mengenai gelombang kedua lockdown aktivitas bisnis demi menahan lonjakan kasus corona. Sementara indeks Nasdaq justru tetep menguat dan kembali menyentuh rekor penutupan tertinggi.

Dikutip dari Reuters, Jumat (10/7) Dow Jones Industrial Average .JJI turun 361,19 poin, atau 1,39 persen menjadi 25.706,09. Sementara S&P 500 .SPX kehilangan 17,89 poin, atau 0,56 persen menjadi 3.152,05 dan Nasdaq Composite .IXIC naik 55,25 poin, atau 0,5 persen menjadi 10.547,75.

Amerika Serikat mencatatkan lebih dari 60.000 kasus COVID-19 baru pada hari Rabu(8/7), mencetak rekor global untu jumlah kasus harian. Sementara itu Florida dan Texas juga melaporkan peningkatan angka kematian harian.

Perusahaan S&P 500 diperkirakan akan mencatat penurunan lebih dari 40 persen pada pendapatan secara year on year (yoy), yang akan menjadi penurunan laba triwulanan terbesar sejak krisis keuangan 2008, berdasarkan data IBES dari Refinitiv.

Saham Walgreens Boots Alliance Inc (WBA.O) turun setelah melaporkan kerugian kuartalan dibandingkan dengan laba setahun sebelumnya. Sahamnya ditutup 7,8 persen lebih rendah.

“Kami sedang menuju musim laporan keuangan kuartalan, dan Anda melihat beberapa tren yang mengganggu” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi kelima dalam enam hari, didorong oleh keuntungan di Amazon.com (AMZN.O), Microsoft Corp (MSFT.O), Nvidia (NVDA.O), Apple Inc (AAPL.O). Juga, Tesla (TSLA.O) memperpanjang kenaikan baru-baru ini, berakhir naik 2,1 persen.

Di sisi lain, meski kemarin ditutup melemah, namun benchmark S&P 500 masih naik lebih dari 40 persen dari penutupan terendah 23 Maret.

Pergerakan Wall Street saat pembukaan perdagangan sempat melesat, didorong data yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Sebelumnya, pada bulan Juni lalu, tercatat sekitar 32,9 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,73 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 12,23 miliar saham.

 

Leave a Comment