Investor menanti keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menahan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang. Hal ini menyebabkan pada perdagangan Senin (5/6/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah.
Mengutip Reuters, Selasa (6/6), S&P 500 turun 0,2 persen untuk mengakhiri sesi di 4.273,79 poin. Nasdaq turun 0,09 persen menjadi 13.229,43 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,59 persen menjadi 33.562,86 poin.
Apple Inc (AAPL) berakhir 0,8 persen lebih rendah setelah perusahaan meluncurkan headset augmented-reality yang disebut Vision Pro, taruhan terbesar sejak pengenalan iPhone. Saham Apple sebelumnya naik sebanyak 2,2 persen ke level tertinggi sepanjang masa.
Indeks S&P 500 pada hari Jumat ditutup pada level tertinggi dalam periode lebih dari sembilan bulan usai laporan menunjukkan pertumbuhan upah moderat pada Mei 2023.
Sesudah musim pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan dan ekspektasi Fed menghentikan siklus pengetatan moneter yang agresif, S&P 500 naik hampir 20 persen dari penutupan terendah di bulan Oktober, ditopang kenaikan saham heavytech termasuk Apple, Nvidia dan Microsoft Corp.
Terkait ekspektasi the Fed dapat menghentikan kenaikan suku bunga, survei dari Institute for Supply Management menunjukkan sektor jasa AS hampir tidak tumbuh di bulan Mei karena pesanan baru melambat, mendorong harga yang dibayarkan di level terendah selama tiga tahun, di mana dapat membantu Fed melawan inflasi.
“Kabar buruk itu kabar baik bagi Fed. Kabar buruk artinya laporan ekonomi yang ;lemah, sebenarnya kabar baik karena Fed kemungkinan besar menghentikan rangkaian kenaikan suku bunga, percaya mereka telah mulai melakukan untuk menurunkan inflasi,” kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior Ingalls & Synder di New York.
Pedagang menilai peluang hampir 80 persen bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 13-14 Juni, berdasarkan CME Group’s Fedwatch, meskipun mereka berharap adanya kenaikan lain di bulan Juli.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat dan bergerak ke arah positif atau golden cross pada perdagangan, Selasa (5/6). Pada perdagangan Senin (5/6), IHSG ditutup melemah dengan penyempitan negative slope pada Stochastic RSI dan MACD.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi IHSG berpeluang tutup gap di kisaran 6.680-6.700 pada perdagangan hari ini. Alrich mengatakan sentimen positif ini berasal dari berlanjutnya tren penurunan inflasi mendekati asumsi APBN di 3 persen yoy.
“Inflasi Mei 2023 berada di 4 persen yoy, turun dari 4.33% yoy di April 2023. Akan tetapi, indeks manufaktur Indonesia juga turun ke 50.3 di Mei 2023 dari 52.7 di April 2023. Kondisi tersebut sejalan dengan perlambatan aktivitas manufaktur global,” kata Alrich dalam prediksinya, Selasa (6/6).
Alrich mengatakan, indeks manufaktur Tiongkok turun ke 48.8 di Mei 2023 dan Indeks manufaktur AS turun ke 46.9 di Mei 2023. Dengan begitu, saham yang direkomendasikan Alrich adalah ANTM, KLBF, BUMI, GGRM, SMRG, TOWR, SIDO, dan BBTN.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memperkirakan IHSG akan keluar dari rentang konsolidasi wajarnya. Namun, gelombang tekanan masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.
William menyebut kondisi ini diiringi oleh fluktuasi yang terjadi pada pergerakan nilai tukar rupiah yang turut memberikan dampak. Sehingga membuat pasar bergerak lebih konsolidatif.
“Hal ini diiringi oleh fluktuasi yang terjadi pada pergerakan nilai tukar Rupiah yang turut memberikan dampak sehingga membuat pasar bergerak lebih konsolidatif, hari ini IHSG berpeluang menguat terbatas,” kata William.
Saham yang direkomendasikan William meliputi BBCA, BMRI, ASII, PWON, GGRM, TLKM, dan ITMG. (*)