Investor Borong Saham Teknologi, Wall Street Melesat

Indeks utama Wall Street ditutup naik tajam pada perdagangan hari Kamis (24/3). Penguatan indeks terjadi, karena para investor baru-baru ini memperluas pasar dengan mengambil alih saham pembuat chip atau teknologi dan harga minyak yang mulai turun.

Mengutip Reuters, Jumat (25/3), S&P 500 (.SPX) naik 63,94 poin atau 1,43 persen menjadi 4.520,18 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 270,44 poin atau 1,94 persen menjadi 14.193,05. The Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 344,96 poin atau 1,00 persen menjadi 34.703,46.

Saham Nvidia (NVDA.O) dan Intel (INTC.O) juga merangkak naik dan membantu meningkatkan indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Kemudian, indeks semikonduktor Philadelphia SE (.SOX), yang turun tajam selama setahun, langsung melonjak dalam sehari. Sementara itu, saham Apple (AAPL.O) mengalami kenaikan selama delapan hari berturut-turut setelah terpukul awal bulan ini.

Nasdaq awal bulan ini ditutup turun lebih dari 20 persen dari rekor penutupan tertinggi 19 November dan mengkonfirmasi berada di kondisi ‘bearish’ atau pasar modal yang sedang mengalami periode penurunan kinerja.

“Penurunan pasar adalah penurunan untuk membeli,” ujar Chief Executive Officer of Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, Jake Dollarhide, di mana memiliki sekitar USD 50 Juta aset yang dikelola.

Menurut Jake, Orang-orang pada akhirnya akan mengatakan ini sebagai titik awal masuk yang baik.

Perusahaan penyedia layanan transportasi online Uber Technologies Inc (UBER.N) naik, setelah perusahaan tersebut mencapai kesepakatan untuk mendaftarkan semua taksi New York City di aplikasinya. Saham saingannya Lyft (LYFT.O) menurun.

“Mereka melihat lebih banyak nilai dalam teknologi untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama,” pungkas Jake.

Berdasarkan data, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah menjadi 52 sampai dengan setengah tahun pekan lalu, sementara daftar pengangguran terus menyusut.

Para pemimpin Barat telah sepakat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina dan memperketat sanksi terhadap Rusia yang menginvasi negara tetangganya memasuki bulan kedua. Hal ini turut membuat harga minyak turun, setelah kenaikan tajam pada Rabu.

MENGUAT TERBATAS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Jumat (25/3). Pada perdagangan kemarin, Kamis (24/3), IHSG ditutup melesat 53,57 poin (0,77 persen) ke 7.049,68.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berada di range 6.853 sampai 7.067. Ia merasa keseriusan kenaikan akan nampak jika dalam beberapa hari mendatang IHSG masih mampu ditutup di atas ATH secara beruntun.

Kenaikan yang terjadi pada hari ini akan ditopang oleh capital inflow yang mengalir deras masuk ke dalam pasar modal Indonesia.

“Hal ini tentunya juga meningkatkan kepercayaan para investor terhadap pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” kata William berdasarkan risetnya, Jumat (25/3).

Saham yang direkomendasikan William pada perdagangan hari ini adalah ASII, BBNI, TLKM, CTRA, ASRI, BMRI, TBIG, dan ICBP.

Sementara itu, Head of MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyebut pergerakan IHSG hari ini memang berpotensi menguat. Kembali menguatnya harga beberapa komoditas seperti Coal +2.22 persen, Gold +0 69 persen, Tin +1.62 persen, dan Nikel +15.01 persen membuka peluang penguatan lanjutan saham berbasis komoditas tersebut

“Dan jika dikombinasikan dengan naiknya Indeks DJIA sebesar +1.02 persen dan EIDO +1.80 persen menjadi sentimen positif yang sangat kuat untuk mendorong penguatan lanjutan IHSG menuju level 7.100 dalam perdagangan Jumat ini,” ujar Edwin.

Saham-saham yang direkomendasikan Edwin pada perdagangan hari ini adalah INCO, ANTM, MAPI, PWON, TINS, SSIA, TOWR, PTPP, MDKA, dan CTRA.

 

Leave a Comment