Pada perdagangan Senin (2/10/2023), bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup bervariasi. Investor mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve atau The Fed perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi dan lebih lama.
Mengutip Reuters, Selasa (3/10), Dow Jones Industrial Average turun 74,15 poin atau 0,22 persen menjadi 33.433,35. S&P 500 bertambah 0,34 poin atau 0,01 persen pada 4.288,39, dan Nasdaq Composite bertambah 88,45 poin atau 0,67 persen pada 13.307,77.
Nasdaq naik dan saham Nvidia melonjak 2,9 persen usai Goldman Sachs menambahkan pembuat chip tersebut dalam daftar pilihan saham teratas.
Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pihaknya tetap bersedia mendukung kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral pada pertemuan mendatang, jika data mendatang menunjukkan kemajuan inflasi terhenti atau berjalan terlalu lambat.
Bank sentral AS mengatakan bulan lalu, bahwa mereka mungkin menaikkan suku bunga lagi karena kesulitan untuk membawa inflasi mendekati target tahunan 2 persen.
“Kami mengakhiri bulan September dengan pasar yang dipenuhi oleh ketidakpastian,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL FInancial di Charlotte, North Carolina.
Ketiga indeks utama membukukan kerugian pada bulan September dan kuartal terakhir. “Memasuki bulan ini, pasar memerlukan konfirmasi bahwa pendapatannya sedang bekerja lebih tinggi. Dan, yang penting bagi pasar adalah memastikan ke mana arah The Fed,” tuturnya.
Investor terus mencermati kenaikan imbal hasil Treasury. Namun kenaikan imbal hasil pada hari Senin ini terkait perjanjian untuk mencegah penutupan sebagian pemerintah AS yang mengurangi permintaan utang. Saham Tesla berakhir naik 0,6 persen bahkan ketika produsen kendaraan listrik itu meleset dari prediksi pasar terkait pengiriman di kuartal ketiga.
Data ekonomi menunjukkan aktivitas pabrik AS menurun lebih lambat dari perkiraan bulan September. Sementara belanja konstruksi AS meningkat pada bulan Agustus.Investor dengan cemas menunggu laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis pada hari Jumat.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (3/10). Pada perdagangan Senin (2/10), indeks saham berakhir menguat 21,567 poin (0,31 persen) ke 6.961,45.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan bersamaan dengan rebound IHSG kemarin, Stochastic RSI dan MACD cenderung membentuk golden cross.
“Kondisi ini membuka peluang IHSG uji resistance di 6.980-7.000 pada perdagangan Selasa (3/10),” ujar Alrich dalam analisisnya, Selasa (3/10).
Alrich menuturkan, sentimen positif eksternal berasal dari tercapainya kesepakatan temporary government funding di AS yang mencegah terjadinya government shutdown di AS.
Selain itu, kembalinya indeks manufaktur China (NBS) ke atas 50 di September 2023 membangun ekspektasi pemulihan ekonomi di China.
“Dari dalam negeri, inflasi turun ke 2.28 persen yoy di September 2023 dari 3.27 persen yoy di Agustus 2023 dan S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tetap konsisten di atas 50 (52.3) di September 2023,” tuturnya.
Alrich merekomendasikan saham yang berpotensi cuan hari ini yaitu BBCA, BBRI, TLKM, ADMR, PGEO, GOTO, MAPI dan ACES.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, juga memprediksi IHSG akan menguat hari ini pada rentang 6889-7054. Di awal bulan ini, pergerakan IHSG diwarnai rilis data inflasi yang masih mencerminkan kondisi kestabilan ekonomi Indonesia.
Hal ini, menurut dia, menjadi salah satu faktor yang dapat menopang pola pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Namun, ada sentimen fluktuasi nilai tukar Rupiah dan masih terjadinya capital outflow secara year to date (ytd) akan membayangi pergerakan IHSG.
“Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” kata William.
Rekomendasi saham oleh William hari ini yaitu BBCA, BBRI, INDF, SMGR, JSMR, ASII, KLBF, dan BSDE.