Investor Amati Prospek Suku Bunga, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan Senin (25/9/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat. Investor masih mengamati prospek suku bunga The Fed ke depan.

Mengutip Reuters, Selasa (26/9) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 43,04 poin menjadi 34.006,88, S&P 500 (.SPX) naik 17,38 poin menjadi 4,337.44, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 59,51 poin menjadi 13.271,32.

“Ada tarik menarik antara investor yang tampaknya semakin khawatir mengenai suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama (higher for longer),” kata CEO Horizon Chuck Carlson.

Di antara sektor-sektor S&P 500, energi (.SPNY) memimpin kenaikan yakni sebesar 1,3 persen, sementara material (.SPLRCM) naik 0,8 persen. Sektor-sektor defensif tertinggal, dengan kelompok konsumen bahan pokok (.SPLRCS) turun 0,4 persen.

Dengan semakin dekatnya akhir kuartal ketiga, investor mengatakan pergerakan pasar mungkin relatif tenang sampai perusahaan melaporkan hasil kuartalan dalam beberapa minggu mendatang.

“Suku bunga yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama harus dihadapi pasar dalam beberapa bulan mendatang,” kata Ahli Strategi Investasi Edward Jones, Angelo Kourkafas.

Investor sepanjang minggu ini akan memantau data termasuk data barang tahan lama dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Agustus. Serta laporan pertumbuhan ekobomi AS untuk kuartal II, lengkap dengan pernyataan para pengambil kebijakan The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Selasa (26/9). Pada perdagangan Senin (25/9), IHSG ditutup melemah 18,462 atau 0,26 persen ke level 6.998,381.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, WIlliam Surya Wijaya, memperkirakan rentang IHSG di 6.889-7.054. Perkembangan pergerakan indeks harga saham terlihat masih betah di level konsolidasi dengan potensi tekanan minor yang berpeluang terjadi.

“Masih terjadinya capital outflow turut menjadi sentimen bagi pergerakan IHSG, namun peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian terutama untuk saham-saham berfundamental kuat,” kata William, Selasa (26/9).

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan IHSG sideways di rentang 6.980 sampai 7.000 di Selasa. Hal ini didukung dengan Stochastic RSI yang mengindikasikan deathcross dan penyempitan positive slope pada MACD.

“Pelaku pasar masih mencermati potensi government shutdown AS, jika kesepakatan government funding tidak tercapai hingga akhir September 2023,” tutur Alrich.

Alrich menambahkan, hal tersebut menambah kekhawatiran pelaku pasar pasca The Fed yang diperkirakan masih hawkish di sisa tahun 2023. Dari dalam negeri, Rapat Paripurna DPR menyetujui RUU APBN 2024 di Senin.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diasumsikan di 5,2 persen yoy, dan laju inflasi di 2,8 persen yoy. Sementara itu, defisit ditetapkan sebesar Rp 522.8 triliun atau 2,29 persen terhadap PDB,” imbuh Alrich.

Alrich menyebut top picks saham di Selasa antara lain JPFA, PGAS, AMRT, AALI, ELSA, MIKA dan ENRG. Sedangkan William merekomendasikan saham AALI, ITMG, BBNI, ASII, INDF, BMRI, ASRI, dan LSIP.

 

Leave a Comment