Inflasi AS Melambat, Wall Street Cetak Rekor

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Rabu (11/8/2021), ndeks utama Wall Street, Dow Jones dan S&P 500 ditutup dengan rekor tertinggi. Angka inflasi AS yang melambat dan sudah melalui puncaknya, membuat kenaikan terseut. Juga karena perbaikan beberapa sektor usai RUU Infrastruktur disahkan.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 220,3 poin, atau 0,62 persen, menjadi 35.484,97. Sementara S&P 500 naik 10,95 poin, atau 0,25 persen, menjadi 4.447,7 dan Nasdaq Composite turun 22,95 poin, atau 0,16 persen, menjadi 14.765,14.

Terkait inflasi, Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen meningkat 0,5 persen di bulan lalu, setelah naik 0,9 persen pada Juni. Penurunan terbesar dalam inflasi secara bulanan ini meredakan kekhawatiran tentang potensi inflasi yang tidak terkendali.

“Tentu saja, angka-angka tersebut menunjukkan lebih banyak perlambatan,” kata Steven Ricchiuto, kepala ekonom AS di Mizuho Securities USA LLC di New York, dikutip dari Reuters, Kamis (12/8).

“Angka ini akan membuat The Fed sedikit kebingungan, karena mereka telah keluar dengan semua retorika tentang pengurangan, pengetatan suku bunga, bersikap defensif dan angka inflasi tidak sesuai dengan yang seharusnya, tetapi mereka tentu saja tidak menunjukkan bahwa hal ini di luar kendali,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, Investor melakukan penyesuaian dengan tekanan inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Mereka khawatir kenaikan harga yang terus-menerus dapat mendorong Federal Reserve mengurangi kebijakan ultra-akomodatifnya lebih awal dari yang diantisipasi.

Saham pembuat peralatan Caterpillar Inc naik 3,55 persen dan merupakan dorongan terbesar bagi Dow, dan Deere & Co naik 2,51 persen. Pemasok bahan konstruksi Vulcan Materials Co, juga naik 3,24 persen. Kemudian pembuat baja Nucor Corp, naik 3,91 persen dan membangun keuntungan di sesi sebelumnya di tengah ekspektasi manfaat dari proyek infrastruktur.

Baca Juga:   Tips Bagi Manajer Investasi Agar Memiliki Kinerja Unggul

Material dan industri memiliki kinerja terbaik dari 11 sektor S&P utama. Sedangkan saham teknologi bergerak dari posisi terendah.

NortonLifeLock Inc melonjak 8,70 persen setelah perusahaan keamanan siber setuju untuk membeli saingannya yang terdaftar di London, Avast, senilai USD 8,6 miliar. Coinbase Global Inc naik 3,24 persen setelah pertukaran mata uang kripto mengalahkan perkiraan pasar untuk laba kuartal kedua.

Sedangkan Virgin Galactic anjlok 12,67 persen setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat sahamnya.

Volume di bursa AS mencapai 8,62 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari dengan 9,55 miliar.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.159 dan level tertinggi 6.262 di sepanjang perdagangan hari ini. NT

Kemarin, Selasa (10/8), IHSG ditutup melemah ke level 6.088,41 atau turun 0,064 persen.

“Secara sentimen IHSG berpotensi bergerak mencoba menguat di perdagangan hari ini,” tulis Lanjar dalam risetnya, Kamis (12/8).

Laju IHSG jeblok dalam dua hari terakhir. Menurut Lanjar, hal tersebut terjadi karena investor mendapat trigger negatif dari PPKM yang terus di perpanjang. Selain itu data indeks keyakinan konsumen bulan Juli yang turun cukup signifikan dan penjualan eceran yang tumbuh melambat jauh dari ekspektasi.

Sedangkan menurut Lanjar, sentimen hari ini akan cenderung lebih positif. Menurutnya Bursa Asia berpotensi menguat moderate hari ini setelah ekuitas AS dan Treasury naik di Wall Street semalam.

Tanda-tanda inflasi yang melambat akan mengurangi kekhawatiran tentang pengurangan stimulus oleh Federal Reserve. Tingkat inflasi AS melambat di bulan Juli akan menjadi dorongan Presiden AS Joe biden untuk mendukung Demokrat terus mengeluarkan stimulus USD 3,5 triliun.

Baca Juga:   Wall Street Merosot Akibat Kinerja Ritel AS Anjok

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas. Minimnya sentimen serta perlambatan roda perekonomian yang terjadi masih menjadi tantangan tersendiri bagi emiten yang berada dalam pasar modal.

Menurut William, belum terlihat pemicu yang dapat mendorong kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Di sisi lain, fluktuatif harga komoditas dan nilai tukar rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG.

“Sehingga hari ini IHSG masih berpotensi berada dalam tekanan,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (*)

 

 

Leave a Comment