Pada perdagangan Rabu (12/1/2022), indeks utama Wall Street ditutup menguat . Data yang menunjukkan tingkat inflasi AS berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade menjadi penyebab penguatan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Kamis (13/1), Dow Jones Industrial Average naik 38,3 poin, atau 0,11 persen menjadi 36.290,32, S&P 500 naik 13,28 poin, atau 0,28 persen menjadi 4.726,35 dan Nasdaq Composite menambahkan 34,94 poin, atau 0,23 persen menjadi 15.188,39.
Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) meningkat 0,5 persen bulan lalu setelah naik 0,8 persen pada November. Sedangkan dalam 12 bulan hingga Desember, CPI melonjak 7 persen yoy, tertinggi dalam hampir empat bulan.
Seperti diketahui, bank sentral AS berencana menaikkan suku bunga. Para analis memperkirakan kebijakan tersebut akan dimulai pada Maret mendatang. Tidak hanya menaikkan suku bunga, The Fed juga akan mengurangi program pembelian obligasi dan mengurangi kepemilikan asetnya.
Untuk sebagian besar sektor saham, rencana kebijakan ini dinilai akan menurunkan imbal hasil Treasury AS jangka panjang. Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan tajam dalam imbal hasil 10-tahun AS telah membebani saham, terutama di sektor pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga seperti teknologi.
Adapun investor akan mencermati kick-off musim pendapatan kuartal keempat yang akan mulai pada pekan ini. Emiten seperti JPMorgan Chase & Co,
Citigroup Inc dan Morgan Stanley akan melaporkan hasil kinerja keuangan mereka pada hari Jumat nanti.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,25 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,49 miliar saham.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan, Kamis (13/1). Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (12/1), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 0.905 poin (0,1 persen) ke posisi 6.647,065.
Head of Research MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengatakan penguatan beberapa harga komoditas menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini.
“Di tengah penguatan kembali harga beberapa komoditas seperti oil +1.42 persen, Gold +0.29 persen, coal +3.03 persen, nikel +1.04 persen, dan timah +1.33 persen berpotensi menjadi sentimen positif pendorong IHSG untuk menguat Kamis ini,” ujar Edwin dalam analisisnya, Kamis (13/1).
Rentang pergerakan IHSG diprediksi di posisi 6,590-6,685. Saham rekomendasi Edwni yakni INCO, UNVR, INDF, HRUM, BMRI, UNTR, TPIA, CPIN, INDF, TBIG, KLBF.
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memprediksi IHSG akan terkonsolidasi. Pola pergerakan IHSG menurutnya masih menunjukkan pola konsolidasi wajar di tengah kondisi perlambatan perekonomian yang masih akan terus memberikan pengaruh terhadap kinerja emiten hingga beberapa waktu mendatang.
“Selain itu fluktuatif harga komoditas dan nilai tukar Rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG, namun untuk jangka panjang masih terlihat bahwa perbaikan perekonomian akan terjadi dalam tempo cepat atau lambat sehingga dapat kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang, hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” jelasnya.
Saham rekomendasi William yakni ICBP, UNVR, SMGR, BBNI, TLKM, ASII, BBRI, dan TBIG.