Indeks Utama Wall Street Kompak Ditutup Melemah Setelah Reli Panjang

Pada perdagangan Senin (12/4/2021), tiga indeks utama Wall Street kompak ditutup melemah. Dikutip dari Reuters, Selasa (13/4), Nasdaq Composite turun 50,19 poin, atau 0,36 persen menjadi 13.850,00, S&P 500 kehilangan 0,81 poin, atau 0,02 persen menjadi 4.127,99 dan Dow Jones Industrial Average turun 55,2 poin, atau 0,16 persen menjadi 33.745,4.

Di antara 11 sektor pada indeks utama S&P 500, sektor komunikasi dan energi menjadi sektor dengan penurunan paling tajam. Adapun Wall Street sempat ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat lalu. Bursa saham AS ini telah reli selama berhari-hari karena pelemahan pada imbal hasil obligasi 10 tahun.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, bahwa ekonomi AS berada pada titik perubahan. Bank Sentral AS tersebut juga memproyeksikan pertumbuhan yang lebih cepat pada bulan-bulan mendatang. Namun di sisi lain Powell juga memperingatkan bahwa pembukaan kembali ekonomi secara tergesa-gesa dapat menyebabkan peningkatan lanjutan dalam kasus virus corona.

Penghasilan S&P 500 diperkirakan akan melonjak 25 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika benar maka tersebut akan menjadi keuntungan kuartalan terbesar sejak 2018.

Sektor perbankan termasuk yang pertama yang akan melaporkan pendapatan mereka di kuartal I 2021. Sederet emiten seperti Goldman Sachs, JPMorgan dan Wells Fargo akan merilis laporan keuangan mereka pada hari Rabu.

Indeks keuangan dan sektor kebijakan konsumen sama-sama mencapai rekor tertinggi pada hari Senin, di tengah harapan tentang dibukanya kembali perekonomian AS.

Saham Tesla Inc naik 3,7 persen setelah Canaccord Genuity meningkatkan kepemilikan saham mereka pada perusahaan pembuat mobil listrik tersebut. Saham Nvidia Corp melonjak 5,6 persen setelah perseroan mengumumkan m akan membuat chip prosesor server yang secara langsung akan menantang Intel Corp.

Saham Nuance Communications Inc melonjak 16 persen setelah Microsoft Corp mengatakan akan membeli perusahaan kecerdasan buatan itu seharga USD 19,7 miliar.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,0 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,6 miliar saham.

 

Leave a Comment