Indeks utama Wall Street ditutup melonjak pada perdagangan Rabu (26/8). Dikutip dari Reuters, Kamis (27/8), kenaikan tersebut mendorong S&P 500 mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk keempat kalinya berturut-turut. Bahkan Nasdaq mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang masa untuk ke-39 kalinya tahun ini. Jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dicapai selama 2019 yaitu 31 kali rekor.
Dow Jones Industrial Average naik 83,48 poin, atau 0,3 persen menjadi 28.331,92. Sementara itu S&P 500 naik 35,11 poin, atau 1,02 persen menjadi 3.478,73 dan Nasdaq Composite menambahkan 198,59 poin, atau 1,73 persen menjadi 11.665,06.
Saham Salesforce.com, penyedia perangkat lunak tercatat melonjak 26,0 persen setelah perseroan merilis laporan pendapatannya yang luar biasa. Netflix Inc juga mengalami hari terbaiknya dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Saham penyedia layanan film streaming tersebut melonjak 11,6 persen. Adapun saham Netflix tercatat telah melonjak 69,2 persen sejak penutupan perdagangan 2019. Sementara itu saham Facebook Inc naik 8,2 persen dan menjadi pendorong terbesar bagi indeks S&P 500.
“Tiga sektor tertinggi tersebut saham teknologi mega-cap dan yang terkait dengan teknologi,” kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta. “Jadi gagasan tentang teknologi berkapitalisasi besar yang memimpin pasar sedang dimainkan hari ini. Ada keyakinan bahwa apa pun yang terjadi dengan COVID, perusahaan-perusahaan ini telah membuktikan bahwa mereka terbuka untuk bisnis,” lanjutnya.
Di sisi lain, sektor energi mencatatkan persentase kerugian terbesar di antara sektor S&P 500, turun 2,2 persen. Penurunan ini terjadi bersamaan saat Badai Laura menghantam garis pantai Texas-Louisiana, menimbulkan ancaman terbesar bagi aset energi AS sejak Badai Katrina 2005.
Sementara itu saham maskapai penerbangan komersial juga merosot, indeks S&P 1500 Airline turun 1,8 persen. Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan tindakan eksekutif untuk menghindari PHK besar-besaran di sektor tersebut.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,55 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,42 miliar saham.