Indeks S&P 500 Berakhir Naik 19,9 Persen, Wall Street Ditutup Menguat

Tiga indeks utama Wall Street menguat pada penutupan perdagangan bursa saham Amerika Serikat, Selasa (30/6) waktu setempat. Pada penutupan ini, pergerakan S&P 500 menjadi yang tertinggi sejak 1998.

Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (1/7), Dow Jones Industrial Average JJI naik 217,08 poin atau 0,85 persen menjadi 25.812,88 dan S&P 500.

SPX naik 47,05 poin atau 1,54 persen menjadi 3.100,29. Sedangkan Nasdaq Composite IXIC menambahkan 184,61 poin atau 1,87 persen menjadi 10.058,77.

Dengan kenaikan 1,54 persen menunjukkan kinerja terbaik S&P 500 secara kuartalan sejak 1998. Meski sempat mengalami penurunan 20 persen di kuartal pertama yang merupakan penurunan kuartalan terbesar sejak krisis keuangan pada kuartal keempat 2008. Kemarin S&P menguat lebih dari 19,95 persen dalam kenaikan kuartalan terbesar sejak 1998.

Kinerja S&P 500 terjadi seiring membaiknya data ekonomi yang memperkuat kepercayaan investor, bahwa rebound yang didukung stimulus agar ekonomi AS terus menguat.

Sedangkan kenaikan 17,78 persen di Dow, menandai kinerja kuartalan terbaik sejak reli 21,56 persen pada kuartal pertama 1987. Sementara lonjakan 30,63 persen pada Nasdaq menjadi kuartal terbaik sejak kenaikan 48,18 persen pada kuartal keempat 1999.

Moncernya indeks S&P 500 dan indeks utama lainnya juga dipicu tingkat stimulus fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pelonggaran pembatasan.

Tetapi S&P 500 masih turun sekitar 4 persen pada tahun ini dan kenaikan pada Juni hanya mencapai 2 persen karena kasus virus menyebabkan pemulihan ekonomi AS terhambat.

Bahkan, Ketua Bank Sentral AS The Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, menyebut pada Selasa lalu bahwa jalur ekonomi AS “sangat tidak pasti”.

“Apa yang semua orang lihat adalah jika kita bisa mendapatkan sesuatu yang mengakhiri penyebaran, ada begitu banyak uang di luar sehingga The Fed mengeluarkan di sana bahwa ketika kita berbalik, itu akan menjadi roket,” kata Kepala Strategi Pasar di TD Ameritrade di Chicago JJ Kinahan.

Baca Juga:   Ciri-ciri dan Daftar Saham Blue Chip Di Indonesia

Namun, Ahli Penyakit Menular dari kalangan pemerintah AS, Anthony Fauci, mengatakan tidak ada jaminan negara adidaya ini akan memiliki vaksin COVID-19 yang efektif dan memperingatkan penyebaran virus “bisa menjadi sangat buruk,” adalah pengingat bahwa pemulihan ekonomi bisa menjadi jalan panjang.

Di sisi lain, kasus virus corona terus melonjak di banyak negara bagian. Ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda peningkatan dengan data menunjukkan kepercayaan konsumen meningkat lebih dari yang diperkirakan pada Juni.

Tak hanya kinerja S&P 500 yang naik, sebelas sektor utamanya pun diperdagangkan lebih tinggi, dengan kenaikan energi 2,2 persen. Lalu, saham-saham SPNY memimpin penjualan.

Micron Technology Inc (MU.O) melonjak 4,8 persen karena memperkirakan pendapatan kuartal saat ini lebih tinggi dari perkiraan karena permintaan yang kuat untuk chip-nya yang memperkuat notebook dan pusat data.

Hasil perusahaan juga mendorong pembuat chip lainnya dan mengangkat indeks semikonduktor Philadelphia .SOX sebesar 2,7 persen.

Uber (UBER.N) naik 4,9 persen setelah melaporkan bahwa perusahaan layanan sedang dalam pembicaraan untuk membeli Postmates, sebuah aplikasi pengiriman makanan.

 

Leave a Comment