Indeks Nasdaq Wall Street Cetak Rekor, Berkat Saham Teknologi

Mengakhiri pekan ketiga November 2021, Wall Street bergerak variatif.  Saham-saham perusahaan teknologi mempengaruhi kinerja bursa saham Amerika Serikat (AS) minggu lalu.

Saham sejumlah raksasa teknologi AS yang menguat, mendorong Nasdaq ke penutupan tertinggi untuk pertama kalinya pada Jumat (19/11). Meskipun dua indeks lainnya, Dow Jones Industrial serta S&P 500 tercatat turun.

Berdasarkan laporan Reuters, pada perdagangan Jumat (19/11), Nasdaq tercatat mencetak rekor di atas level 16.000, tepatnya 16.057,4. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 63,73 poin atau 0,40 persen.

Adapun indeks S&P 500 turun 6,58 poin atau 0,14 persen menjadi 4.697,9. Lalu, Dow Jones Industrial turun 268,9 poin atau 0,75 persen ke level 35.601,9.

Sedangkan, sepanjang pekan S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kenaikan sebesar 1,2 persen dan 0,3 persen. Hanya indeks saham blu-chip Dow Jones menurun pada penutupan perdagangan.

Lonjakan Nasdaq terutama didorong oleh saham-saham teknologi seperti Apple (AAPL.O), Tesla (TSLA.O) hingga Nvidia (NVDA.O). Saham Nvidia Corp misalnya, naik sebesar 4,1 persen, penutupan tertinggi ketiga berturut-turut.

Sementara kinerja buruk dua indeks lainnya pada penutupan perdagangan Jumat, merupakan imbas anjloknya saham perbankan, energi hingga maskapai penerbangan.

Saham perbankan secara keseluruhan anjlok 1,6 persen. Sedangkan indeks energi anjlok 3,9 persen lantaran melemahnya harga minyak mentah.

Adapun volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,68 miliar saham, dengan rata-rata 11,12 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

REKOR TERTINGGI

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu berhasil mencatatkan all time high (ATH) alias rekor tertinggi. Pola ATH ini tampak baik dari perdagangan harian atau intraday maupun penutupan bursa.

Tren positif itu dinilai menjadi potensi untuk indeks saham bergerak menguat dalam perdagangan beberapa hari mendatang. Kendati demikian, bursa saham juga dibayangi penguatan terbatas.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, menilai tren positif dapat berlanjut jika pola pergerakan saham mampu bertahan di catatan ATH. Sayangnya, masih ada sejumlah sentimen yang berpotensi membikin pergerakan pasar saham tak berjalan mulus.

“Potensi adanya pembalikan arah masih cukup besar dikarenakan harga komoditas yang sudah mengalami kenaikan cukup tinggi, disertai dengan capital inflow yang belum terlihat naik secara signifikan. Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” ujar William dalam risetnya, Senin (22/11).

Dia memperkirakan IHSG bakal bergerak dalam rentang level 6.587 hingga 6.728.

Berikut Rekomendasi Saham yang Berpotensi Cuan:

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Astra International Tbk (ASII)

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

PT Ciputra Development Tbk(CTRA)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

PT Perusahaan Prkbn Lndn Smtr Indnsa Tbk (LSIP).

 

Leave a Comment