Pada perdagangan Selasa (22/2/2022), indeks saham global berakhir melemah. Pelemahan terjadi menyusul ketegangan geopolitik bahwa Rusia akan menyerang Ukraina.
Mengutip dari laman Reuters, indeks saham berjangka S&P 500 turun 0,66 persen. Nasdaq berjangka merosot 1,2 persen.
Indeks ekuitas dunia MSCI turun 0,4 persen menjadi 700,11. Sementara itu, hari libur umum Amerika Serikat (AS) pada Senin (21/2), membuat Wall Street ditutup dan menambah volatilitas perdagangan.
“Invasi Rusia ke Ukraina membuat aktivitas bank sentral di seluruh Eropa jauh lebih sulit,” ujar Ekonom Senior Baring Investment Institute Matteo Cominetta.
Salah satu saham Eropa (.STOXX) turun 1,65 persen ke level terendah selama lebih dari empat bulan berturut-turut. Saham Inggris yaitu (.FTSE) turun 0,5 persen.
Saham berjangka Eropa dan AS kehilangan keuntungan, seiring kabar bahwa Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin setuju mengadakan pertemuan puncak tentang krisis Ukraina.
Saham Rusia merosot level terendah selama 2 tahun yaitu 9 persen.
Selain itu, penurunan indeks juga terjadi karena pasar mengharapkan pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve, sejalan dengan tingginya laju inflasi di AS. Adapun rilis inflasi akan dirilis The Fed akhir pekan ini dan diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 5,1 persen.
MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.855 dan level tertinggi 6.952 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (21/2), IHSG ditutup menguat ke level 6.902,96 atau naik 0,15 persen.
“Ketegangan suhu geopolitik antara Ukraina vs Rusia direspons negatif dengan kejatuhan Dow Futures. Kondisi yang kurang kondusif membuat pola perdagangan di Bursa Indonesia pada Selasa ini tidak akan jauh berbeda seperti kemarin yakni bergerak dalam range terbatas,” tulis Edwin dalam risetnya, Selasa (22/2).
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kemarin pergerakan IHSG kembali berhasil mencetak All Time High dalam intraday dan penutupannya. Menurutnya dalam beberapa hari mendatang IHSG masih mampu ditutup di atas ATH secara beruntun.
Menurut William, hari ini IHSG terlihat cukup dapat bertahan dalam zona hijau. Hal ini ditunjang oleh capital inflow yang masuk ke dalam pasar modal. “Namun mengingat IHSG sudah mengalami kenaikan cukup tinggi maka adanya potensi pembalikan arah tetap harus diwaspadai oleh para investor,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).