Imbas Kenaikan Imbal Hasil yang Pengaruhi Saham Teknologi, Wall Street Melemah

Indeks utama Wall Street ditutup sedikit turun pada perdagangan Senin (15/11). Hal ini disebabkan kenaikan imbal hasil Treasury yang mengurangi daya tarik pada saham teknologi.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 12,86 poin atau 0,04 persen, menjadi 36.087,45. Sementara S&P 500 turun 0,05 poin atau datar, menjadi 4.682,80. Nasdaq Composite turun 7,11 poin atau 0,04 persen, menjadi 15.853,85.

Sektor teknologi turun 0,11 persen. Ini yang menjadi salah satu hambatan terbesar bagi bursa, karena imbal hasil Treasury AS bergerak lebih tinggi dengan imbal hasil pada catatan Treasury AS 10-tahun menyentuh level tertinggi sejak 27 Oktober.

Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi cenderung membebani pada area dengan pertumbuhan tinggi seperti teknologi, karena mereka mengurangi pendapatan masa depan dari sektor ini.

Sementara saham bank diuntungkan dari kenaikan imbal hasil. analis pasar senior di OANDA, Ed Moya, mengatakan perdagangan Senin ini sangat terpengaruh imbal hasil Treasury yang meningkat.

“Wall Street benar-benar terpaku pada apa yang terjadi di pasar obligasi. Kami mulai melihat imbal hasil meningkat dan itu, pada akhirnya, akan menandakan bahwa ada lebih banyak kegugupan bahwa Fed bisa sedikit terlambat dalam memberikan kenaikan suku bunga dan akan dipaksa untuk bereaksi lebih cepat, mengingat tekanan inflasi,” kata Ed Moya.

Data pada hari Senin menunjukkan aktivitas manufaktur di New York melonjak menjadi 30,9 pada November, jauh di atas pembacaan sebelumnya 19,8 dan perkiraan 21,2. Fokus minggu ini pada laporan pendapatan beberapa pengecer besar termasuk Walmart Inc, Target Corp, Home Depot Inc dan Macy’s Inc.

Saham Boeing Co, naik 5,49 persen, merupakan dorongan utama bagi Dow Jones Industrials karena saham ditutup pada level tertinggi tiga bulan setelah maskapai Emirates mengumumkan pesanan untuk dua 777 Freighter dan.

Kemudian Tesla Inc turun 1,94 persen setelah Chief Executive Elon Musk terlibat dalam perselisihan dengan Bernie Sanders. Penurunan Tesla mengikuti penurunan tajam 15,4 persen minggu lalu setelah Musk melepas saham gabungan senilai USD 6,9 miliar di perusahaan.

Sektor material S&P, turun 0,46 persen. Dollar Tree Inc melonjak 14,28 persen dan merupakan pemenang persentase teratas di S&P 500. S&P 500 membukukan 50 tertinggi baru 52-minggu dan 3 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 129 tertinggi baru dan 127 terendah baru.

Volume di bursa AS mencapai 9,56 miliar saham. Lebih rendah dibandingkan rata-rata 10,96 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

ZONA MERAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah mengawali perdagangan Selasa (16/11). IHSG dibuka turun 12,29 poin (0,19 persen) ke 6.603,73.

Pada perdagangan pre-opening, indeks harga saham turun 17,62 poin (0,27 persen) ke level 6.598,40.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak menguat terhadap dolar AS. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 08.55 WIB berada di Rp 14.201,50 atau menguat 17,50 poin (0,12 persen).

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 52,37 poin (0,18 persen) ke 29.868,40

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 154,24 poin (0,62 persen) ke 25.55768

Indeks SSE Composite di China naik 3,53 poin (0,11 persen) ke 3.542,27

Indeks Straits Times di Singapura naik 3,84 poin (0,12 persen) ke 3.244,59.

 

 

Leave a Comment