Imbas Keadaan Darurat di Ukraina, Wall Street Merosot

Pada perdagangan Rabu (23/2/2022), indeks utama Wall Street berakhir melemah tajam. Ukraina mengumumkan keadaan darurat menyebabkan penurunan tersebut. Sementara itu Departemen Luar Negeri AS mengatakan invasi Rusia ke Ukraina masih berpotensi terjadi.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Washington belum melihat indikasi Rusia mundur, sementara Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden tidak berniat mengirim pasukan AS untuk berperang di Ukraina.

Dikutip dari Reuters, Kamis (24/3), Dow Jones Industrial Average turun 464,85 poin, atau 1,38 persen menjadi 33.131,76, S&P 500 kehilangan 79,26 poin, atau 1,84 persen menjadi 4.225,5 dan Nasdaq Composite turun 344,03 poin, atau 2,57 persen menjadi 13.037,49.

Nasdaq memimpin penurunan dengan melemah lebih dari 2 persen. Dengan demikian Nasdaq telah jatuh lebih dari 16 persen sepanjang tahun ini. Sementara itu sektor teknologi informasi turun 2,6 persen dan menjadi hambatan terbesar bagi S&P 500.

Di sisi lain, para investor juga khawatir tentang kemungkinan kebijakan agresif yang akan dilakukan Federal Reserve untuk memerangi inflasi. Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,98 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 12,3 miliar saham.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.865 dan level tertinggi 6.962 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (23/2), IHSG ditutup menguat ke level 6.920,05 atau naik 0,85 persen.

“Meningkatnya eskalasi suhu geopolitik di Ukraina, semakin dekatnya kenaikan FFR di awal Maret, jatuhnya harga beberapa komoditas dan kembali naiknya yield oigasi AS tenor 10 tahun berpotensi menjadi sentimen negatif bagi investor untuk segera merealisasikan keuntungannya dalam perdagangan Kamis ini,” tulis Edwin dalam risetnya, Kamis (24/2).

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG berhasil mencetak rekor baru all time high pada penutupan perdagangan kemarin. Menurut William kenaikan tersebut ditunjang oleh arus capital inflow yang tercatat mengalir deras kembali ke dalam pasar modal Indonesia. Selain itu potensi pergerakan masih akan diwarnai oleh laporan kinerja emiten yang disinyalir menunjukkan kinerja yang stabil sepanjang 2021. “Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

 

Leave a Comment