Imbas Janji The Fed Dorong Ekonomi AS, Wall Street Kembali Naik

Ketiga indeks utama Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Investor merespons positif hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang akan menggunakan berbagai instrumen demi mendorong perekonomian.

Namun The Fed mengingatkan bahwa proyeksi ekonomi akan sangat tergantung dari jumlah pengidap virus corona.

Dilansir Reuters, Kamis (30/7), Dow Jones Industrial Average naik 160,29 poin atau 0,61 persen menjadi 26.539,57, indeks S&P 500 naik 40 poin atau 1,24 persen menjadi 3.258,44, dan Nasdaq Composite menambahkan 140,85 poin atau 1,35 persen menjadi 10.542,94.

The Fed juga mengatakan akan mempertahankan kisaran target suku bunga saat ini, yakni 0-0,25 persen, sampai ekonomi berhasil melewati pandemi COVID-19 dan berada di jalurnya terkait jumlah pekerjaan dan tujuan stabilitas harga.

Meski demikian, Mela Richardson, ahli strategi investasi di Edward Jones, St Louis, AS, mengatakan bawah keputusan The Fed itu tidak mengejutkan. Justru menurutnya, pernyataan The Fed semakin membuat ketidakpastian.

“The Fed menempatkan kesehatan lagi di depan dalam pernyataannya, yang berdampak dan bermakna, terutama ketika kita sedang menunggu kesepakatan bipartisan pada putaran kelima UU CARES. Agak tidak menyenangkan, jujur ​​saja,” kata Richardson.

Namun Richardson mencatat adanya “komitmen The Fed untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk membuat ekonomi berjalan kembali.”

Dan dengan konfirmasi The Fed tentang jalur yang sangat tidak pasti tersebut, investor tetap yakin bahwa stimulus moneter akan tetap akomodatif ke depannya.

“investor dapat merasa yakin bahwa stimulus moneter akan tetap akomodatif untuk masa mendatang,” kata Shawn Snyder, kepala strategi investasi di Citi Personal Wealth Management.

Seluruh sektor S&P berakhir lebih tinggi, dengan sektor energi dan keuangan l memimpin persentase kenaikan.

Baca Juga:   Wall Street Anjlok dan Disetop 15 Menit Gara-gara Pidato Trump Soal Corona

Indeks utama Wall Street sudah lebih tinggi sebelum komentar The Fed. Hal ini karena investor mengantisipasi laporan pendapatan yang akan dirilis hari ini dari Amazon.com Inc (AMZN.O), Facebook Inc (FB.O), Apple Inc (AAPL.O), dan Alphabet’s Google ( GOOGL.O).

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah salah satu dorongan terbesar untuk Nasdaq, bahkan ketika kepala eksekutif dari keempat perusahaan itu juga menghadapi tekanan yang cukup keras dari anggota parlemen pada sidang kongres tentang isu-isu antimonopoli.

“Anda akan sering melihat kenaikan dalam saham-saham itu dan jika mereka mengecewakan, maka mereka cenderung menjual,” kata Snyder.

Investor juga terus memantau negosiasi di Washington mengenai apa yang harus masuk ke dalam rencana bantuan virus corona pemerintah AS berikutnya.

Saham Advanced Micro Devices Inc (AMD.O) berakhir naik 12,5 persen, setelah pembuat chip ini menaikkan perkiraan pendapatan setahun penuh dan mendorong indeks chip Philadelphia.

Starbucks Corp (SBUX.O) naik 3,7 persen setelah kedai kopi ini mengatakan bisnisnya “terus pulih” di seluruh dunia dan akan melaporkan laba pada kuartal saat ini.

Saham Boeing Co (BA.N) tergelincir setelah memangkas produksi jet bermesin ganda terbesar dan melaporkan kerugian lebih besar dari yang diperkirakan, imbas dari pandemi COVID-19.

Data terbaru menunjukkan kemungkinan adanya perlambatan dalam bisnis maupun perekrutan karyawan baru, karena beberapa negara bagian AS memberlakukan kembali pembatasan setelah lonjakan infeksi virus corona. Sementara jumlah kematian di AS akibat COVID-19 melampaui 150.000 pada hari Rabu.

Di bursa AS, sebanyak 9,78 miliar saham berpindah tangan, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 10,5 miliar untuk 20 sesi terakhir.

 

Leave a Comment