Pada perdagangan Selasa (10/5/2022), Wall Street bervariasi, diikuti saham yang mengalami pertumbuhan besar pasca imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) jatuh. Imbal hasil benchmark sepuluh tahun turun dari level tertingginya selama lebih dari tiga tahun, menjadi di bawah 3 persen.
Mengutip Reuters, Rabu (11/5), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 84,96 poin atau 0,26 persen menjadi 32.160,74, S&P 500 (.SPX) naik 9,81 poin atau 0,25 persen menjadi 4.001,05 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 114,42 poin atau 0,98 persen menjadi 11.737,67.
Saham teknologi dan pertumbuhan yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas, menjadi salah satu yang paling terpukul dalam aksi jual baru-baru ini. Sejauh ini, Nasdaq turun sekitar 25 persen untuk tahun ini.
Lalu, Teknologi S&P 500 (.SPLRCT) naik 1,6 persen dan memimpin kenaikan sektor S&P 500. Indeks pertumbuhan S&P 500 (.IGX) naik 0,9 persen sedangkan indeks nilai S&P 500 (.IVX) turun 0,4 persen.
Dow juga berakhir lebih rendah dengan indeks utama yang bergerak di antara keuntungan dan kerugian. Hal ini disebabkan para investor gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS hari Rabu dan data harga produsen hari Kamis mendatang.
Kekhawatiran juga datang dari Federal Reserve AS yang mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi dan mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Adapun pelbagai kekhawatiran lain yang menambah tekanan.
“Ini hanya penjualan berbasis ketakutan,” ungkap CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Jake Dollarhide.
Menurut Dollarhide, The Fed tidak bisa hanya menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi. “Karena kita telah melihat itu sebelumnya,” kata Dollarhide.
Sebaliknya, investor khawatir tentang segala hal mulai dari suku bunga dan inflasi hingga perang di Ukraina, masalah rantai pasokan dan lockdown COVID-19 China.
Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, mengatakan bahwa ekonomi AS akan mengalami turbulensi akibat upaya The Fed menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali di atas tujuannya. Sementara, volatilitas di pasar saham tidak akan menghalangi pembuat kebijakan.
Hal senada disampaikan Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya yang membahas mengenai inflasi tinggi. Saat ini, Biden sedang mempertimbangkan untuk menghapus pemberlakuan tarif selama masa Trump di China sebagai cara untuk menurunkan harga barang di Amerika Serikat.
Di antara yang naik hari ini, saham Pfizer Inc (PFE.N) mengalami kenaikan 1,7 persen setelah mengatakan akan membayar USD 11,6 miliar untuk membeli Biohaven Pharmaceutical Holding Co (BHVN.N).
Di sisi bawah, Peloton Interactive Inc (PTON.O) turun 8,7 persen, karena pembuat alat kebugaran memperingatkan bisnis “dimodali tipis” setelah membukukan penurunan 23,6 persen dalam pendapatan kuartalan.
Saham Apple Inc (AAPL.O) naik 1,6 persen dan memberi S&P 500 dan Nasdaq dorongan terbesar mereka.
Volume di bursa AS adalah 15,45 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 12,55 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.