Imbal Hasil Treasury Naik, Wall Street Ditutup Melemah

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Kamis (16/9/2021), dua Indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Dow Jones ditutup melemah.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 63,07 poin, atau 0,18 persen, menjadi 34.751,32. S&P 500 juga kehilangan 6,95 poin, atau 0,16 persen, menjadi 4.473,75. Sementara Nasdaq Composite naik 20,40 poin, atau 0,13 persen, menjadi 15.181,92.

Penurunan dua indeks Wall Street terjadi karena kenaikan imbal hasil Treasury AS menekan saham teknologi di pasar, dan dolar yang meningkat membebani eksportir. Sementara kenaikan Nasdaq disokong Amazon.com Inc, didukung oleh penjualan online yang solid dalam laporan Departemen Perdagangan.

“Melihat hari ini, jelas kami mendapat berita positif dari penjualan ritel dan sepertinya perlambatan besar-besaran dalam ekonomi tidak terwujud seperti yang diharapkan banyak orang,” kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

Delapan dari 11 sektor utama di S&P 500 berakhir merah. Sektor material mengalami penurunan persentase terbesar.

Sementara untuk retail, perusahaan pakaian Gap Inc naik 1,6 persen. Pasar online Etsy Inc dan perusahaan aksesori mewah Tapestry Inc masing-masing naik 3,1 persen dan 1,9 persen.

Ford Motor Co naik 1,4 persen setelah mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi model pikap listrik F-150.

Volume di bursa AS mencapai 9,37 miliar saham. Lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari yakni 9,44 miliar.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada hari ini, Jumat (17/9). Pada perdagangan kemarin, Kamis (16/9), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 0,28 poin (0,00 persen) ke posisi 6.109,94.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG berada di range 5.969 sampai 6.202. Ia mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat bergerak secara stagnan dengan potensi pelemahan yang lebih besar daripada kenaikan.

Baca Juga:   Akibat Ketidakpastian Stimulus, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Tergelincir

Menurutnya, hingga saat ini rentang konsolidasi belum akan ditinggalkan oleh IHSG. Masih minimnya sentimen dan belum adanya capital inflow yang masuk ke pasar modal secara signifikan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

“Sehingga momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan oleh para investor baik jangka pendek, menengah maupun panjang untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek, hari ini IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi,” kata William berdasarkan risetnya, Jumat (17/9).

Beberapa sama yang direkomendasikan William hari ini adalah BBCA, GGRM, ITMG, ASII, JSMR, MYOR, dan AKRA.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebut secara teknikal IHSG terkonsolidasi di atas level moving average 20 hari dan 50 hari seakan kuat tertahan pada tren positif di atas level psikologis MA200. Indikator stochastic bergerak bullish yang mendekati overbought meskipun pergerakan sideways tetap terlihat pada indikator MACD.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat di perdagangan akhir pekan pada support resistance 6.095-6.150,” tutur Lanjar.

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal menurut Lanjar diantaranya AALI, ACES, BBRI, BDMN, LSIP, TBIG, dan SMRA.

 

 

Leave a Comment