Pada perdagangan Kamis (12/10/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah. Sebab, imbal hasil obligasi naik, sementara investor mencerna data inflasi AS yang naik lebih dari perkiraan pada September.
Dikutip dari Reuters, Jumat (13/10), Dow Jones Industrial Average turun 173,73 poin, atau 0,51 persen menjadi 33.631,14, S&P 500 kehilangan 27,34 poin, atau 0,62 persen menjadi 4.349,61 dan Nasdaq Composite turun 85,46 poin, atau 0,63 persen menjadi 13.574,22.
Meningkatnya biaya hunian mendorong inflasi lebih tinggi pada bulan lalu, sementara kenaikan tahunan pada inflasi inti, tidak termasuk komponen pangan dan energi, merupakan yang terkecil dalam dua tahun terakhir.
“Hambatan terbesar yang dihadapi pasar dalam dua bulan terakhir adalah kenaikan suku bunga. Setiap pergerakan berarti pada hari tertentu akan berdampak pada ekuitas,” kata Direktur pelaksana perdagangan ekuitas Wedbush Securities, Michael James.
Imbal hasil acuan AS bertenor 10 tahun naik setelah kenaikan inflasi yang lebih jauh, hingga mencapai sesi tertinggi setelah lelang Departemen Keuangan AS. Imbal hasil obligasi naik 4,728 persen, setelah jatuh selama dua hari terakhir.
Presiden The Fed Boston Susan Collins, yang tidak memiliki hak suara di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), mengatakan meskipun peluang keluar dari resesi semakin besar, ada kemungkinan tidak ada kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk mengembalikan target inflasi.
Investor juga dengan cermat memantau perkembangan di Timur Tengah. Bencana kemanusiaan di Gaza ketika jumlah korban tewas meningkat dan pasokan penting semakin menipis, sementara Israel mengerahkan tank di perbatasan wilayah tersebut menjelang invasi darat.
Di antara 11 sektor industri utama S&P 500, penurunan terbesar adalah material (.SPLRCM), yang berakhir turun 1,5 persen. Kenaikan imbal hasil khususnya menekan sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas (.SPLRCU), turun 1,5 persen dan real estat (.SPLRCR) turun 1,3 persen.
Saham-saham pembangunan rumah turun, berada di bawah tekanan besar setelah kenaikan imbal hasil obligasi. iShares Home Construction ETF (ITB.Z) berakhir turun 4,62 persen.
Satu-satunya sektor yang memperoleh keuntungan di sektor S&P adalah teknologi informasi (.SPLRCT), naik 0,1 persen dan energi (.SPNY), naik 0,09 persen.
Fokus investor akan segera beralih ke musim laporan keuangan pada Jumat, dengan bank-bank besar termasuk JPMorgan Chase (JPM.N), Wells Fargo (WFC.N) dan Citigroup (C.N) melaporkan kinerja kuartalan.
Di antara saham individu, Fastenal (FAST.O) menguat 7.5 persen setelah perusahaan perlengkapan industri mengalahkan perkiraan laba kuartal III. Ford Motor (F.N) turun 2 persen setelah serikat pekerja United Auto Workers (UAW) memperluas aksi mogok mereka.
Selama perdagangan Wall Street kemarin, sebanyak 10,91 miliar saham berpindah tangan, tinggi dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 10,75 miliar dalam 20 sesi terakhir.