Imbal Hasil Obligasi AS Cetak Rekor Tertinggi, Wall Street Bervariasi

PADA akhir perdagangan pekan lalu, indeks utama Wall Street bervariasi. Selama 14 bulan terakhir, imbal hasil obligasi AS atau US Treasury mencetak rekor tertinggi

Melansir Reuters, Senin (22/3), Dow Jones Industrial Average turun 0,71 persen menjadi berakhir pada 32.627,97 poin, indeks S&P 500 kehilangan 0,06 persen menjadi 3.913,1. Nasdaq Composite naik 0,76 persen menjadi 13.215,24.

Selama pekan lalu, S&P 500 dan Nasdaq turun 0,8 persen, sedangkan Dow kehilangan 0,5 persen.

Imbal hasil obligasi AS dengan tenor sepuluh tahun mencapai level tertingginya 1,742 persen pada Jumat. Level tertinggi selama 14 bulan itu didorong oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya.

Indeks bank S&P 500 turun 1,6 persen, setelah Federal Reserve mengatakan tidak akan memperpanjang bantuan penyangga modal, yang selama ini diberlakukan untuk meredakan tekanan yang dipicu pandemi di pasar pembiayaan.

Optimisme stimulus fiskal USD 1,9 triliun dan janji The Fed untuk mempertahankan sikap longgar selama beberapa tahun ke depan, telah mempercepat peralihan ke saham-saham yang terkait dengan ekonomi, mendorong S&P 500 dan Dow ke rekor level minggu ini.

Namun, Nasdaq masih sekitar 6 persen di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa, karena saham teknologi kehilangan dukungan dalam beberapa bulan terakhir dan dinilai kurang menarik karena imbal hasil obligasi terus meningkat.

Beberapa manajer obligasi mengatakan, kenaikan imbal hasil cukup meresahkan dan mereka khawatir pasar jadi tidak beraturan jika momentum kenaikan tersebut terus berlanjut.

Facebook Inc menguat 4,1 persen dan memberikan dorongan terbesar untuk Nasdaq dan S&P 500, setelah Mark Zuckerberg mengkritisi kebijakan privasi Apple yang akan merugikan bisnis UMKM dan pengembang aplikasi Facebook.

Visa Inc turun lebih dari 6 persen dan kehilangan hampir USD 30 miliar kapitalisasi pasar, setelah Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki laporan perusahaan.

FedEx Corp menguat 6,1 persen, setelah perusahaan pengiriman barang itu mengatakan laba kuartalan melonjak lebih dari yang diharapkan dan adanya lonjakan volume pengiriman dari e-commerce.

Nike Inc turun 4 persen, setelah pembuat pakaian dan sepatu olahraga itu memperkirakan penjualan kuartalan akan menurun akibat masalah pengiriman.

Volume di bursa AS adalah 16,5 miliar saham, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata 14,4 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment