-
Kinerja IHSG Terbaru
-
Pada perdagangan Selasa (14/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 1,95 persen ke level 8.066,52.
-
Koreksi ini dipicu oleh tekanan jual yang meningkat di berbagai sektor, terutama sektor keuangan dan energi.
-
Pergerakan indeks menunjukkan lemahnya minat beli investor menjelang rilis data ekonomi dan kondisi eksternal yang masih penuh ketidakpastian.
-
-
Analisis Teknis (Phintraco Sekuritas)
-
Berdasarkan analisis teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD menunjukkan Death Cross, menandakan potensi pelemahan lanjutan.
-
Volume transaksi jual meningkat, memperkuat sinyal bahwa tekanan koreksi belum berakhir.
-
IHSG juga ditutup di bawah Moving Average 5 (MA5) dan MA20, mempertegas tren pelemahan jangka pendek.
-
Target support level IHSG berada di 7.950–8.000, yang menjadi area kunci untuk diuji dalam waktu dekat.
-
-
Faktor Eksternal: Ketegangan AS–China Kembali Memanas
-
Sentimen negatif datang dari keputusan China menjatuhkan sanksi terhadap lima anak usaha Hanwha Ocean, perusahaan pembuat kapal asal Korea Selatan.
-
Sanksi ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan dalam investigasi terhadap industri pelayaran Tiongkok, yang berpotensi memperburuk hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS).
-
Kebijakan pelarangan bisnis dengan entitas yang terkena sanksi membuat investor global semakin berhati-hati terhadap risiko geopolitik di kawasan Asia Timur.
-
-
Faktor Domestik: Defisit dan Data Fiskal Indonesia
-
Defisit APBN hingga September 2025 tercatat 1,56 persen dari PDB atau Rp 371,5 triliun, naik dari 1,35 persen pada Agustus.
-
Walau meningkat, defisit tersebut masih jauh di bawah target 2,78 persen yang ditetapkan pemerintah.
-
Pendapatan negara mencapai Rp 1.863,3 triliun (65 persen dari target), turun dibanding periode yang sama tahun lalu.
-
Belanja negara mencapai Rp 2.234,8 triliun, sedangkan keseimbangan primer masih surplus Rp 18 triliun, menunjukkan pengelolaan fiskal relatif sehat.
-
-
Faktor Data Ekonomi dan Sentimen Pasar
-
Investor menanti rilis data Foreign Direct Investment (FDI) Kuartal III 2025 yang diperkirakan turun 6 persen, melanjutkan tren penurunan dari kuartal sebelumnya.
-
Pelemahan FDI dapat menjadi sinyal berkurangnya minat investasi asing, menekan sentimen pasar saham domestik.
-
-
Pandangan MNC Sekuritas
-
Secara teknikal, IHSG diperkirakan sedang membentuk awal dari wave (2) dari wave [3] pada pola Elliott Wave.
-
Analis memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi menuju 7.720–7.937, menutup area gap sebelumnya.
-
Namun, peluang rebound jangka pendek tetap terbuka ke kisaran 8.092–8.166, tergantung reaksi pasar terhadap data ekonomi hari ini.
-
-
Rekomendasi Saham
-
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ASSA, NCKL, INDY, MEDC, dan ULTJ.
-
MNC Sekuritas menyoroti saham CDIA, ISAT, JSMR, dan RATU sebagai potensi trading jangka pendek.
-
Dengan berbagai faktor di atas, arah IHSG pada Rabu (15/10) diperkirakan masih bearish dengan potensi teknikal rebound terbatas, karena tekanan global dan penurunan arus investasi asing masih menjadi penghambat utama pemulihan indeks.