IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi ke Level 5.800-an, Cermati Sentimen Global dan Domestik

Berikut adalah ringkasan analitis dan terstruktur mengenai kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) :

  • Proyeksi Pergerakan Indeks: Berdasarkan analisis dari Mirae Asset Sekuritas dan MNC Sekuritas, IHSG diprediksi bergerak melemah atau berada dalam tren koreksi pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Mirae Asset memproyeksikan IHSG berada di kisaran level 6.016 hingga 5.851 dengan sentimen bearish-to-cautious, sementara MNC Sekuritas memperkirakan rentang pergerakan melemah berada di area 6.088 sampai 6.111.

  • Kinerja Penutupan Sebelumnya: Pada perdagangan hari Senin, 28 September 2026, IHSG mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dan ditutup anjlok sebesar 1,51 persen atau terpangkas 94,033 poin ke level 6.147,859, yang memperlihatkan kerentanan pasar dalam melanjutkan koreksi jangka pendek.

  • Faktor Sentimen Global Utama: Tekanan eksternal terhadap pasar saham domestik dipicu oleh kombinasi suku bunga tinggi yang persisten, kenaikan harga minyak dunia, tingkat inflasi yang masih membayangi, serta ketidakpastian geopolitik global yang terus mencuat di pasar keuangan internasional.

  • Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS: Pasar saham global dan domestik mendapat tekanan berat akibat kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 10 tahun yang melonjak 1,08 persen ke level 5,243 persen, mencatatkan posisi tertinggi baru dalam kurun waktu 19 tahun terakhir.

  • Faktor Penyesuaian Pasar Domestik: Dari kancah dalam negeri, tekanan koreksi juga dipengaruhi oleh fase penyesuaian investor terhadap implementasi aturan harga saham minimum Rp 1 serta perubahan mekanisme Papan Pemantauan Khusus (FCA), yang membuat sebagian pelaku pasar masih mencari harga wajar (price discovery) dan melakukan reposisi portofolio.

  • Dampak pada Saham Kategori Khusus: Proses price discovery dan reposisi portofolio tersebut terjadi secara khusus pada kelompok saham-saham yang sebelumnya tertahan di harga batas bawah Rp 1 hingga Rp 50 atau saham-saham yang baru saja masuk ke dalam kategori Papan Pemantauan Khusus (FCA).

  • Rekomendasi Saham Mirae Asset: Di tengah proyeksi pasar yang masih rawan terkoreksi, Mirae Asset Sekuritas memberikan sejumlah daftar pilihan saham yang dapat diperhatikan oleh para investor untuk perdagangan hari Selasa ini, yang meliputi emiten BBRI, KIJA, dan UNVR.

  • Rekomendasi Saham MNC Sekuritas: Senada dengan pandangan konskuen dari analis sekuritas lainnya, MNC Sekuritas turut merilis daftar alternatif saham pilihan yang masuk ke dalam radar pengamatan pasar meliputi AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO.

  • Catatan Penyangkalan (Disclaimer): Seluruh informasi pergerakan indeks dan daftar rekomendasi saham di atas bersifat informatif semata, di mana segala bentuk keputusan transaksi maupun strategi investasi wajib didasarkan pada analisis mandiri, profil risiko, serta pertimbangan penuh dari masing-masing investor tanpa bersifat sebagai instruksi atau ajakan untuk membeli maupun menjual produk investasi tertentu.

Leave a Comment