Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada di bawah tekanan dan berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Penurunan ini terjadi setelah IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,20 persen ke level 6.298,61 pada hari perdagangan sebelumnya, Kamis, 24 September. Berikut adalah penjelasan menyeluruh dan terperinci mengenai kondisi pasar modal, analisis teknikal, indikator makroekonomi domestik, sentimen sektoral, serta rekomendasi saham dari para analis:
-
Kondisi Pergerakan Pasar Terkini:
-
Pada penutupan perdagangan Kamis (24/9), IHSG mengalami koreksi sebesar 1,20 persen yang membawa indeks meluncur turun hingga menembus level psikologis ke posisi 6.298,61.
-
Penurunan tajam ini dikonfirmasi oleh analis MNC Sekuritas yang mencatat bahwa koreksi IHSG diiringi oleh tingginya volume serta intensitas tekanan jual (selling pressure) dari para pelaku pasar.
-
-
Analisis Teknikal dan Ringkasan Indikator:
-
Posisi Moving Average (MA): Secara teknikal, penurunan IHSG membuat posisi penutupan indeks berada di bawah garis Moving Average 5 (MA5) dan Moving Average 100 (MA100) menurut analisis Phintraco Sekuritas. Sementara itu, MNC Sekuritas menambahkan bahwa koreksi tersebut juga menyebabkan IHSG menembus ke bawah level garis MA60.
-
Indikator Momentum: Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih secara konsisten bergerak di area negatif, menegaskan tren pelemahan jangka pendek. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI tercatat sudah berada di area jenuh jual (oversold).
-
Proyeksi Gelombang Elliott (MNC Sekuritas): Analis MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pergerakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wave (x).
-
Level Suport dan Resisten Penjagaan:
-
Rentang Area Uji Suport (Phintraco Sekuritas): Diperkirakan akan menguji kembali kisaran level 6.186 hingga 6.200.
-
Rentang Area Uji Suport (MNC Sekuritas): Memproyeksikan pengujian awal pada area rentang 6.208 hingga 6.258.
-
Area Resisten / Penguatan Terdekat: Apabila terjadi pembalikan arah atau rebound teknikal, area penguatan terdekat diproyeksikan berada pada rentang 6.322 hingga 6.344.
-
-
-
Dinamika dan Indikator Makroekonomi Domestik (Agustus 2026):
-
Pertumbuhan Uang Beredar Luas (M2): Bank Indonesia mencatat jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp 10.448,1 triliun pada Agustus 2026. Jumlah ini tumbuh 8,2 persen secara tahunan (year-on-year / yoy), sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juli 2026 yang sebesar 8,3 persen yoy.
-
Faktor Komponen M2:
-
Uang Beredar Sempit (M1): Pertumbuhannya melambat menjadi 9,0 persen yoy dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 10,0 persen yoy.
-
Uang Kuasi: Mengalami percepatan pertumbuhan menjadi 6,5 persen yoy dari posisi sebelumnya 5,6 persen yoy.
-
Giro Rupiah: Mengalami penurunan laju pertumbuhan yang cukup signifikan menjadi 7,1 persen yoy dari 10,9 persen yoy.
-
Tabungan Rupiah Mudah Ditarik: Tumbuh lebih tinggi dan melaju ke tingkat 8,9 persen yoy dari posisi 6,8 persen yoy pada bulan sebelumnya.
-
Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat: Terkontraksi sebesar 7,0 persen yoy, berbalik arah secara drastis dari pertumbuhan positif 4,6 persen yoy pada bulan Juli.
-
-
-
Evaluasi Likuiditas dan Perilaku Pelaku Ekonomi:
-
Kondisi Likuiditas Perbankan: Phintraco Sekuritas menilai bahwa tingkat likuiditas domestik Indonesia masih berada dalam kondisi yang sangat solid. Kondisi ini utamanya ditopang oleh penyaluran kredit perbankan yang mampu tumbuh kuat hingga 13,3 persen secara tahunan.
-
Adaptasi Manajemen Dana: Terjadi pergeseran preferensi masyarakat dan pelaku bisnis yang mengalihkan sebagian dana mereka ke tabungan Rupiah yang fleksibel serta peningkatan pada uang kuasi. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku ekonomi makin adaptif dalam mengelola likuiditas jangka pendek sembari mengoptimalkan penempatan dana pada tingkat suku bunga simpanan perbankan yang tetap kompetitif.
-
-
Sentimen Sektoral dan Rekomendasi Saham Pilihan:
-
Sektor Perbankan Besar dan Konsumer: Kombinasi dari kuatnya pertumbuhan kredit perbankan serta terjaganya likuiditas nasional menjadi angin segar dan pendorong sentimen positif bagi pergerakan saham-saham di sektor perbankan berkapitalisasi besar (big caps) serta sektor barang konsumen (consumer goods).
-
Sektor Energi dan Komoditas: Peningkatan harga minyak mentah di pasar global menjadi pemicu katalis positif bagi saham-saham di sektor energi beserta emiten pendukung rantai pasoknya.
-
Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini:
-
Rekomendasi Phintraco Sekuritas: Menyarankan pelaku pasar untuk mencermati pergerakan saham ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk), MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk), ELSA (PT Elnusa Tbk), AKRA (PT AKR Corporindo Tbk), dan ANTM (PT Aneka Tambang Tbk).
-
Rekomendasi MNC Sekuritas: Merekomendasikan saham INCO (PT Vale Indonesia Tbk), MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk), SSIA (PT Surya Semesta Internusa Tbk), dan TAPG (PT Triputra Agro Persada Tbk) sebagai fokus perhatian sepanjang sesi perdagangan Jumat (25/9).
-
-