IHSG Berpeluang Melaju ke Level 8.503, Cek Strategi Hadapi Tekanan Jual

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kondisi pasar modal Indonesia untuk perdagangan Senin, 23 Februari 2026, yang disusun dalam format poin-poin analisis:

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan IHSG

  • Sentimen Penguatan Terbatas: Meskipun ditutup terkoreksi tipis 0,03 persen ke level 8.271 pada perdagangan sebelumnya, IHSG diproyeksikan masih memiliki napas untuk menguat. Tekanan jual memang masih mendominasi, namun peluang rebound tetap terbuka selama indeks mampu menjaga level psikologisnya.

  • Skenario Bullish (Wave Theory): Berdasarkan analisis Elliott Wave dari MNC Sekuritas, jika IHSG mampu bertahan di atas level support kritis 8.170, maka indeks berpotensi membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x]. Target penguatan ini berada pada rentang 8.440 hingga 8.503.

  • Risiko Koreksi: Investor tetap diminta waspada terhadap skenario pesimistis. Jika tekanan jual meningkat dan level support gagal dipertahankan, terdapat risiko koreksi yang dapat membawa IHSG menuju area 8.059 hingga 8.119.

  • Fase Konsolidasi: Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa IHSG kemungkinan besar akan bergerak dalam fase konsolidasi di rentang 8.200 hingga 8.350 sepanjang pekan ini, mengingat adanya tarik-menarik antara sentimen domestik dan global.

Faktor Fundamental dan Ekonomi Makro

  • Defisit Neraca Transaksi Berjalan: Indonesia mencatatkan pelebaran defisit neraca transaksi berjalan pada Kuartal IV 2025 menjadi USD 2,54 miliar (0,7 persen dari PDB). Angka ini merupakan pembalikan drastis dari surplus USD 4,01 miliar pada kuartal sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh penurunan surplus neraca barang serta peningkatan defisit pada pos jasa dan pendapatan primer.

  • Data Moneter: Pelaku pasar menantikan rilis data jumlah uang beredar (M2) yang dijadwalkan pada Jumat ini. Data ini penting untuk mengukur tingkat likuiditas di pasar dan potensi daya beli masyarakat yang berpengaruh pada emiten konsumer.

  • Musim Laporan Keuangan: Fokus investor saat ini tertuju pada rilis laporan keuangan tahun penuh (FY) 2025. Kinerja laba emiten akan menjadi penentu arah pergerakan harga saham, terutama terkait ekspektasi pembagian dividen tahun buku 2025 yang biasanya diumumkan pada awal tahun.

Sentimen Global dan Sektoral

  • Geopolitik AS-Iran: Memanasnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemberat utama bursa Asia. Ketidakpastian global ini memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe haven).

  • Dinamika Sektoral: Sektor infrastruktur menjadi penopang utama IHSG pada akhir pekan lalu. Sebaliknya, sektor non-cyclicals (barang konsumen primer) justru mengalami tekanan jual terdalam, mencerminkan sikap defensif investor terhadap volatilitas pasar.

Rekomendasi Saham untuk Diperhatikan

  • Pilihan MNC Sekuritas: BIRD, BMRS, INCO, dan NICL. Saham-saham ini dinilai memiliki momentum teknikal yang menarik untuk perdagangan harian.

  • Pilihan Sepekan (Phintraco Sekuritas): MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR. Fokus pada sektor energi, semen, dan konsumer ini berkaitan dengan rotasi sektor dan antisipasi laporan kinerja keuangan.

Leave a Comment