Didorong sikap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, pada perdagangan Jumat (23/6/2023), bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah. Ia memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut namun berjanji bank sentral akan melanjutkan secara hati-hati.
Mengutip Reuters, Senin (26/6), Dow Jones Industrial Average turun 219,28 poin atau 0,65 persen menjadi 33.727,43. S&P 500 kehilangan 33,56 poin atau 0,77 persen pada 4.348,33 dan Nasdaq Composite turun 138,09 poin atau 1,01 persen menjadi 13.492,52.
Ketiga indeks saham utama AS melemah saat aksi jual. Saham jumbo yang terpengaruh bunga membebani indeks komposit Nasdaq yang sarat teknologi, dipimpin oleh Microsoft Corp, Tesla Inc, dan Nvidia Corp.
Meskipun katalis pasar pekan ini sedikit selain kesaksian kongres Powell, ketiga indeks membukukan kerugian mingguan, mengakhiri reli selama sepekan. Kenaikan beruntun Nasdaq berhenti selama delapan minggu, terpanjang sejak Maret 2019.
Sementara S&P 500 memecahkan reli lima minggunya, terpanjang sejak November 2021. S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan persentase mingguan sejak awal Maret ketika krisis likuiditas bank regional melanda.
Presiden Bank Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan kenaikan suku bunga tahun ini adalah proyeksi sangat masuk akal, sekaligus menguatkan seruan Powell untuk lebih berhati-hati dalam keputusan kebijakan.
Sedangkan Presiden Fed Atlanta, Tom Barkin, merasa tak yakin inflasi berada di jalur yang stabil turun ke target 2 persen. Namun ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan memprediksi hasil pertemuan kebijakan bank sentral pada bulan Juli.
Menurut FedWatch CME, pasar keuangan memprediksi peluang 74,4 persen Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli mendatang.
“Anda mungkin dapat percaya kenaikan suku bunga bulan depan, namun kenaikan kedua itulah yang membuat pasar skeptis,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi Baird di Louisville, Kentucky.
“Saya akan terkejut jika data inflasi dan data ekonomi lain pantas untuk kenaikan kedua pada saat kita sampai pada pertemuan September (Fed),” terangnya.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Senin (26/6). Pada pekan lalu, IHSG turun 0,88 persen ke level 6,6399,733 dari 6.698,547 pada pekan sebelumnya.
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support and resistance 6.627-6.664. Salah satu sentimennya yakni Bank Indonesia menyampaikan tak menutup kemungkinan fenomena El Nino akan mendorong peningkatan harga (inflasi) sejumlah komoditas pangan yang mengarah peningkatan inflasi pangan bergejolak, karena yang terkena dampaknya adalah komoditas beras dan hortikultura.
“Tentunya Bank Indonesia diharapkan mempunyai strategi untuk menekan dampak inflasi dari fenomena El Nino yang diharapkan hanya sementara waktu sampai badai berlalu,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/6).
Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati pasar berharap langkah-langkah strategis perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak lanjutan, khususnya kepada sektor-sektor yang sangat terdampak seperti sektor pertanian.
Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas mengingatkan waspada area support IHSG jika di posisi 6.626. apabila IHSG menembus level tersebut, maka IHSG akan membentuk wave b dari wave (i) ke arah 6.601.
“Namun, bila IHSG masih mampu berada di atas support-nya, maka IHSG akan bergerak menguat kembali menguji 6.744-6.819 untuk membentuk wave c dari wave (i) pada label merah,” kata tim analis MNC Sekuritas.
Tim analis MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu ANTM, MPMX, TBIG, dan TOBA.
- ANTM-Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.950-1.985
Target Price: 2.090, 2.140
Stop Loss: below 1.895
- MPMX-Buy on Weakness
Buy on Weakness: 985-1.010
Target Price: 1.045, 1.090
Stop Loss: below 970
- TBIG-Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.970-2.010
Target Price: 2.170, 2.270
Stop Loss: below 1.930
- TOBA-Spec Buy
Spec Buy: 388-392
Target Price: 434, 470
Stop Loss: below 384
***