Lonjakan harga perak hari ini mengalihkan perhatian investor dari emas ke logam silver tersebut. Penyebabnya adalah spekulasi dari postingan media sosial Reddit yang mendesak para investor ritel untuk membeli saham-saham tambang perak dan iShares Silver Trust, yaitu ETF yang didukung oleh pembelian perak batangan.
Tekanan (squeeze) dalam pembelian Silver ini dinilai sama dengan yang tampak dalam pembelian saham GameStop minggu lalu. Squeeze perak mendulang total kenaikan 15 persen sejak Kamis lalu, karena para investor membanjiri pasar dan mendongkrak naik harga perak.

“Spekulasi media sosial ini merupakan babak awal bagi Silver dan ada ketidakpastian tentang seberapa banyak lagi momentum yang kita miliki,” komentar Edward Moya, analis dari OANDA.
Moya menambahkan, apabila dilihat dari segi fundamental yang positif, maka boleh jadi akan ada tambahan momentum positif yang lebih lama pula bagi harga perak. Pada akhirnya, kemungkinan besar bubble kenaikan harga perak akan meletus, setelah itu koin perak fisik akan banyak dimiliki oleh para trader logam mulia.
Analis: Awas Reli Perak Tak Tahan Lama
Meski begitu, jika mengaitkan fenomena kenaikan harga perak ini dengan kondisi harga emas, maka para ahli memperingatkan bahwa reli perak tak akan bertahan lama. Pasalnya, harga emas masih cenderung lemah walaupun naik hari ini.
Harga emas naik sejak sesi Asia hingga sesi Amerika di hari Senin (01/Februari) ini. Akan tetapi, para investor saat ini sedang lebih fokus pada Perak (Silver), yang harganya meroket sampai dengan 7.4 persen.
Harga emas spot naik 1 persen ke $1,864.47 per ounce, sementara harga emas futures di Comex New York naik 0.69 persen ke $1,863.10 pada pukul 5:05 GMT. Sedangkan XAU/USD naik 0.87 persen ke $1,862.75 saat berita ini ditulis.