Harga Emas Turun Tipis, Trend Flat Sejak Awal Oktober

Harga emas turun tipis dalam trend yang flat di sesi perdagangan Kamis malam ini. Berkurangnya Klaim Pengangguran AS pekan ini, mendorong yield menguat sehingga harga emas turun. Ekspektasi akan tapering The Fed pada November mendatang, masih menjadi isu besar yang dipertimbangkan di pasar finansial secara umum.

Harga emas spot turun 0.4% ke $1,755.68 per ounce pada pukul 13:31 GMT. Sedangkan harga emas futures di Comex New York turun setengah persen ke $1,753.30.

xauusdJumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di AS dilaporkan turun dari 364,000 ke 326,000 minggu lalu. Jumlah minggu lalu tersebut juga lebih baik daripada ekspektasi penurunan ke 350,000.

Analis Kitco Metals berkomentar bahwa laporan Klaim Pengangguran AS terbaru mendorong minat investor pada yield obligasi AS serta reli saham-saham AS meski terbatas. Kondisi inilah yang menekan harga emas. Wyckoff menambahkan pula bahwa penetapan batas utang AS kemungkinan akan diundur hingga Desember. Kondisi ini membangkitkan efek menenangkan di pasar: bullish untuk saham dan bearish untuk emas.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga akan cenderung mengangkat imbal hasil obligasi. Dalam pasar emas, hal itu diterjemahkan sebagai peningkatan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi satu tahun, didukung oleh kekhawatiran tentang Outlook inflasi dan ekspektasi bahwa Fed akan bertindak lebih cepat untuk menormalisasi kebijakan. Emas yang secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai inflasi, akan melemah apabila Dolar AS menguat.

Hasil positif dari laporan pekerjaan swasta (ADP Employment Change) pada bulan September yang dirilis kemarin menjelang NFP AS besok, juga mendorong pertaruhan bahwa Fed dapat segera memulai tapering obligasi.

“Tetapi mengingat rekor tinggi jumlah posisi pekerjaan terbuka di Amerika Serikat, maka apabila ada kejutan positif pada NFP, kemungkinan akan otomatis disesuaikan untuk pasar emas tanpa menyebabkan aksi jual besar-besaran”, kata analis Julius Baer, Carsten Menke.

Leave a Comment