Harga Emas Terjun Bebas Jelang Pengumuman FOMC

Harga emas jatuh beberapa jam menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Kamis dini hari. Pasar semakin gugup, seiring antisipasi tapering stimulus yang bisa jadi lebih cepat daripada perkiraan. Saat berita ini ditulis, XAU/USD anjlok 1.3% ke $1,764.15, terendah sejak tanggal 18 Oktober.

xauusd

Harga emas spot ambles 1.5% ke $1,760.99 per ounce pada pukul 15;22 GMT, setelah sempat menyentuh $1,757.63 di sesi sebelumnya. Harga emas futures di Comex New York terjun 1.6% ke $1,761.60.

Menurut analis Craig Erlam dari OANDA, apa yang terjadi pada harga emas malam ini adalah pengambilan posisi pra-FOMC. Pasar takut apabila bank sentral AS akan mengambil kebijakan yang lebih hawkish daripada antisipasi mereka.

Selain itu, Data ADP Employment Change AS yang naik 571,000 pada bulan Oktober, melebihi ekspektasi 400,000 turut membebani harga emas. Itu artinya, sektor ketenagakerjaan AS dan ekonomi secara keseluruhannya sudah mendapatkan momentum di awal kuartal empat, sehingga pengetatan moneter tepat dilakukan.

Data ADP kerap dijadikan rujukan akan data Non Farm Payroll AS yang akan dirilis pekan ini. Meski tak selalu sesuai, tetapi data ADP yang solid kali ini membangkitkan optimisme akan data NFP AS yang lebih baik pula. Direktur High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa meskipun kebijakan suku bunga mungkin menjadi yang nomor satu bagi para pelaku pasar, tetapi tekanan inflasi seharusnya lebih penting untuk dipertimbangkan saat ini.

Walaupun emas kerap digunakan sebagai aset anti inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung akan menaikkan obligasi pemerintah. Akibatnya, biaya kepemilikan emas ikut naik, sehingga membuat investor enggan membeli. Para analis mengatakan bahwa keputusan The Fed bisa menjadi peristiwa yang mendorong emas keluar dari range-bound akhir-akhir ini.

Kebijakan moneter AS yang sangat longgar telah membantu mendorong harga emas naik tajam sejak krisis keuangan di akhir 2000-an. Hal itu karena suku bunga rendah memotong biaya peluang kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, dan kekhawatiran inflasi memicu permintaan untuk lindung nilai.

Leave a Comment