Kenaikan harga emas mencapai lebih dari 3% setelah Rusia resmi memberlakukan operasi militer khusus ke Ukraina. Harga emas naik mendekati level tertinggi dalam lebih dari setahun, di tengah desas-desus perang dunia ketiga. Kamis, sore Harga emas spot tembus $1,971.58, mengintai level $2,000.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan telah mengasese operasi militer khusus ke Ukraina. Sejumlah ledakan rudal meletus di dua kota penting Ukraina, Kyiv dan Karkiv menyusul pernyatan Putin tersebut. Dalam kondisi konflik geopolitik, emas menjadi aset paling diburu.

Rusia memutuskan untuk menginvasi Ukraina melalui darat, laut dan udara pada hari ini. Tak main-main, serang tersebut dilaporkan merupakan yang terbesar sejak perang dunia kedua. Tak ayal, blok Barat yang mendukung Ukrain, kelabakan atas keputusan Rusia tersebut.
Dua kota terbesar Rusia dihujani ledakan rudal seiring dengan mendataratnya pasukan militer Rusia di pantai perbatasan. Kondisi ibukota Ukraina pun mencekam, dengan kemungkinan perang dunia ketiga di depan mata.
Presiden Rusia tersebut mengesampingkan upaya diplomasi dan bahkan mengancam, negara manapun yang mengintervensi upayanya akan ditindak keras dengan perlakuan yang belum pernah diberikan sebelumnya.
Kilau Emas Sebagai Safe Haven Konflik Geopolitik
Analis Jeffrey Halley dari OANDA mengatakan bahwa emas adalah aset safe-haven menggiurkan yang bersaing dengan Dolar AS dalam situasi konflik geopolitik seperti saat ini. Harga emas akan terus reli menuju resisten $1,960 per ounce dan bahkan dapat mengujui $2,000 dalam beberapa sesi ke depan.
“Pasar sangat volatile dan emas jelas menjadi perdagangan utama dalam dinamika momentum saat ini… selama sanksi terus ditampik oleh individu maupun institusi Rusia, maka kondisi itu akan ideal bagi emas,” kata Kyle Rodda, analis dari IG Markets.
Hingga Februari 2022, harga emas telah meroket hingga 8%. Krisis Rusia-Ukraina menjadi pemicu paling besar atas kenaikan tersebut. Konflik Rusia-Ukraina mendapat perhatian pasar komoditas karena Rusia merupakan produsen emas terbesar ketiga dunia, dan produsen utama logam penting lain seperti paladium dan platina. Tak hanya emas, harga minyak dan Dolar AS pun meroket sementara aset-aset minat risiko tenggelam.