Goldman Sachs: Pound Sedang Menarik, Investor Antisipasi No-Deal Brexit

XM broker promo Hadiah

Kemungkinan Brexit berakhir tanpa kesepakatan, yang cenderung merusak perekonomian Inggris, rupanya tak serendah maknanya. Para pelaku pasar dan investor yang ingin melihat melalui volatilitas jangka pendek, justru tidak memandang remeh kemungkinan tersebut. Menurut tim analis Goldman Sachs, level Sterling saat ini cukup menarik.

Dalam catatannya Jumat lalu, Goldman Sachs mengatakan bahwa pasar memasang perkiraan 40-45 persen terhadap kemungkinan Brexit yang tanpa kesepakatan, Meskipun kemungkinan tersebut bisa meninggi, Goldman Sachs mengatakan bahwa pemerintah Inggris sadar betapa merugikannya no-deal Brexit pada ekonomi.

Oleh karena itu, bagi para investor yang bermaksud mengambil keuntungan dari volatilitas jangka pendek saat ini. Menurut salah satu bank terbesar dunia ini, level long Sterling kini cukup menarik untuk diperdagangkan.

Pound Menguat Pasca Data Ketenagakerjaan Inggris

Terlepas dari pandangan Goldman Sachs,Sterling menguat setelah data ketenagakerjaan Inggris dirilis pada Selasa sore tadi. Tingkat Pengangguran Inggris naik ke 4.1 persen dalam tiga bulan ke bulan Juli, dari 3.9 persen sebelumnya. Jumlah orang yang bekerja turun lebih kecil daripada ekspektasi, yakni ke 12,000.

Lowongan kerja naik menjadi 434,000 antara Juni hingga Agustus, lebih tinggi daripada periode April-Juni, tetapi turun hampir setengah dari level sebelum pandemi.

Sementara itu, PM Inggris Boris Johnson sedang menghadapi oposisi dalam partainya sendiri, terkait permohonan undang-undang yang akan melanggar pakta Brexit. Hal inilah yang mengancam penguatan Sterling saat ini. PM Johnson sedang berkonfrontasi dengan parlemennya sendiri dan lebih banyak upaya revisi saat RUU tersebut diproses melalui parlemen.

“Ada suatu optimisme bahwa oposisi tumbuh melawan undang-undang (pasar dalam negeri) ini, dan pemberontakan pun dapat membesar,” kata Lee Hardman, analis MUFG di London.

Poundsterling, yang turun drastis dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran bahwa rencana Johnson dapat meningkatkan risiko Brexit tanpa kesepakatan, naik 0,2% lebih tinggi pada $ 1.2867 pada 1455 GMT, menjauh dari posisi terendah dua minggu. Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di 1.2852.

Baca Juga:   Yang Harus Dihindari Saat Belajar Trading Forex

gbpusd

Tagged With :

Leave a Comment