Euro Terus Digencet Dolar, Pasar Awasi Data Inflasi AS

XM broker promo bonus

Euro terus ditekan oleh Dolar AS. Di sesi perdagangan Rabu pagi ini, Data ZEW yang dilaporkan memburuk kemarin sore, beradu dengan data ketenagakerjaan AS yang membaik. Ekspektasi percepatan Tapering aset The Fed pun semakin santer.

Kenaikan yield obligasi AS yang disokong isu tapering The Fed, turut mendukung penguatan Dolar. Pasalnya, prospek pengurangan stimulus moneter melemahkan harga obligasi dan menaikkan permintaannya. Yield obligasi 10-tahunan US Treasury mendulang kenaikan 1.336% di sesi London, tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.

Data Pembukaan Lapangan Kerja (JOLTs Opnings) AS melompat ke level tinggi baru untuk bulan Juni. JOLTs bertambah 590,000 ke 10.1 juta di akhir Juni. Perolehan tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi Reuters 9.28 juta. Laporan JOLTs seolah menyempurnakan data ketenagakerjaan AS pada Jumat lalu dimana NFP AS juga mengalami peningkatan.

Sebaliknya, survei ZEW Jerman mencatatkan sentimen investor yang memburuk dalam tiga bulan berturut-turut hingga Agustus. Sentimen ekonomi Zona Euro versi ZEW anjlok ke 42.7 dari 61.2, lebih baik daripada ekspektasi 545.3. Sedangkan kepercayaan konsumen Jerman ZEW jatuh ke 40.4 dari 63.3. Kekhawatiran akan peningkatan infeksi COVID-19 dapat menghambat pemulihan di Jerman.

Indeks Dolar AS naik 0.1% ke level tinggi 18 hari di 93.102. Sedangkan EUR/USD diperdagangkan di 1.1720, setelah terus melemah sejak tanggal 3 Agustus.

eurusd

Awasi Data CPI Amerika Serikat

Pelaku pasar sekarang mengalihkan fokus mereka ke data inflasi konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Rabu malam, yang dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang waktu pengurangan pembelian obligasi Fed.

Menurut analisis Kathy Lien dari BK Asset Management, data inflasi konsumen yang menguat akan semakin memuluskan ekspektasi tapering stimulus The Fed pada musim gugur tahun ini. Artinya, bullish Dolar pun akan semakin perkasa. EUR/USD yang kini sudah tertekan ke kisaran 1.17, berpotensi akan semakin merendah ke kisaran 1.16.

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Selasa, 23 Maret 2021

Hal ini berarti, para trader perlu mewaspadai kemungkinan melesetnya kenaikan CPI AS. Bulan lalu, inflasi AS naik pada laju tercepatnya dalam hampir 13 tahun. Dari sini, ada kemungkinan akan terjadi perlambatan. Meski demikian, CPI AS konsensus masih memperkirakan peningkatan CPI AS mengingat perusahaan membebankan biaya yang lebih tinggi kepada pihak yang bersedia menerima harga. Namun, dari tahun ke tahun dan bahkan dari bulan ke bulan, laju pertumbuhan sudah sedikit melambat.

Leave a Comment