EUR/USD Tersungkur Setelah Dolar Terdongkrak Yield

Euro terjun bebas ke level rendah satu pekan terhadap Dolar AS, setelah mata uang tersebut terdongkrak oleh penguatan yield obligasi. Saat berita ini ditulis, EUR/USD anjlok 0.74% ke 1.1320, terendah sejak 6 Januari.

euursd

Apiknya data Sentimen Ekonomi ZEW Jerman yang dirilis sore tadi gagal menahan Euro dari hantaman bull Dolar. Sentimen Ekonomi ZEW Jerman bulan Januari naik signifikan dari 29.9, ke 51.7. Para investor Jerman berekspektasi bahwa kasus COVID-19 akan menurun di awal musim panas. Mereka juga yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Jerman juga akan ikut naik seiring dengan penurunan infeksi COVID-19.

Di sisi lain, harga minyak yang naik mencapai level tertinggi tujuh tahun membuat pasar ekuitas global merosot. Namun, yield obligasi pemerintah 10-tahun Jerman mendekati, tetapi tidak melebihi, 0%.

 

Tunggu Sinyal The Fed

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa The Fed akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada bulan Maret mendatang, yang mana akan menjadi kenaikan Rate pertama kali sejak pandemi virus Corona. Fed Fund Futures telah mengantisipasi empat kali kenaikan suku bunga di tahun 2022 ini. Yield cenderung melonjak seiring persiapan para investor terhadap kemungkinan The Fed untuk bersikap lebih hawkish daripada ekspektasi.  Yield obligasi 10-tahunan AS menyentuh 1.856% malam ini.

“Kami mempertimbangan kembali suku bunga AS – dan pergerakan yield ke arah yang lebih tinggi ini – adalah cerminan dorongan yang lebih tinggi pula dalam terminal rate yang sudah diimplikasikan, daripada sekedar laju kenaikan yang lebih cepat pada awalnya – untuk mendukung dolar pada paruh pertama tahun ini, sementara ekonomi global pemulihan akan mendominasi di H2,” ujar Kit Jukes, kepala strategi FX di Societe Generale menulis dalam sebuah catatan kepada klien. “Tapi imbal hasil Bund di atas nol akan menjadi ujian yang menarik bagi dolar.”

Sedangkan menurut analis BCA Reseach, Ntonifor, “Sejauh Anda telah menangkap pikiran investor bahwa Fed akan menjadi salah satu bank sentral yang lebih hawkish pada tahun 2022 dalam menaikkan suku bunga, maka akan ada aliran masuk ke dolar pada posisi spekulatif.”

Leave a Comment