EUR/USD Naik Merespon Potensi Perdamaian Ukraina, Jelang Pengumuman FOMC

Euro masih menguat di tengah harapan akan kompromi Rusia-Ukraina dalam pembicaraan perdamaian yang lebih relaistis. Saat berita ini ditulis, EUR/USD naik 0.32% ke 1.1098.

EURUSD

Sentimen risiko bangkit dan mendorong Euro ke atas, menyusul potensi bahwa Rusia setuju jika Ukraina akan berposisi seperti Austria atau Swedia. Dua negara tersebut tergabung dalam Uni Eropa, tetapi di luar keanggotaan NATO.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negosiasi akan menjadi “lebih realistis”. Sedangkan kepala negosiator Ukraina masih menuntut gencatan senjata, penarikan pasukan Rusia dari Ukraina, dan menyepakati jaminan keamanan internasional untuk melindungi Ukraina di masa depan.

Meski demikian, Kremlin mengatakan bahwa pihaknya masih mendiskusikan status Ukraina yang akan mirip dengan Austria atau Swedia tersebut. Menlu Rusa Sergei Lavroc mengatakan bahwa proposal tersebut masih didiskusikan dan agak jauh untuk mendekati kesepakatan.

Sebelumnya, Euro selalu kalah unggul dengan Dolar AS yang berfungsi sebagai mata uang safe haven di tengah perang Rusia-Ukraina. Selain itu, The Fed yang diekspektasikan akan menaikkan suku bunga hingga 25 basis poin besok, turut memperkuat mata uang AS versus Euro. Namun, isu Rate Hike diperkirakan tak akan mendukung Dolar AS dalam jangka panjang.

“Ini jelas tentang apakah premi geopolitik akan terus berkurang,” kata Bipan Rai, analis dari CIBC Capital Markets. “Menyerang (memberlakukan kebijakan) dengan kenaikan 25 poin sudah diperkirakan oleh pasar untuk bulan Maret ini. Jika The Fed benar-benar mewujudkan eskpektasi tersebut, saya rasa Dolar AS tak akan banyak bereaksi.”

USD Nantikan Hasil Rapat FOMC

Dolar AS yang melemah ke level rendah dua tahun, membuat penguatan Euro lebih signifikan jelang pengumuman kebijakan moneter The Fed. Tak hanya Euro, mata uang-mata uang Uni Eropa lainnya juga mendulang penguatan di sesi perdagangan malam ini. Krona Swedia dan Norwegia menguat merespon progres positif dari Rusia dan Ukraina.

“Sentimen risiko di pasar forex tertolong oleh reli super di pasar saham Asia dan berkurangnya perburukan di geopolitik Eropa,” ungkap Neil Jones, analis dari Mizuho Bank.

Leave a Comment