Efek Laporan Tenaga Kerja AS, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan Jumat (2/4/2022), Wall Street ditutup kompak menguat. Laporan pekerjaan bulanan menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang kuat mempengaruhi penguatan tersebut.

Terpantau Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 139,92 poin atau 0,4 persen menjadi 34.818,27, S&P 500 naik 15,45 poin atau 0,34 persen menjadi 4.545,86 dan Nasdaq Composite bertambah 40,98 poin, atau 0,29 persen menjadi 14.261,50.

Adapun, volume di bursa AS adalah 11,45 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,78 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Dilansir dari Reuters, penguatan wall street ini ditopang, laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kecepatan perekrutan oleh para pengusaha. Sementara upah pekerja terus naik untuk mengimbangi inflasi.

Pengusaha AS menambahkan 431.000 pekerjaan pada bulan Maret 2022, lebih sedikit dari perkiraan awal sekitar 490.000. Angka ini masih membuktikan kenaikan pekerjaan yang kuat.

Tingkat pengangguran turun menjadi 3,6 persen, terendah dalam dua tahun. Dari laporan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral, The Fed kemungkinan akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunga.

Menurut Senior Investment Strategist at Allspring Global Investments in Menomonee Falls, Wisconsin, Brian Jacobsen mengungkapkan jika data lain antara sekarang dan pertemuan Fed berikutnya tetap cemerlang, Fed akan merasa nyaman menaikkan suku bunga 50 basis poin dan mengumumkan penurunan agresif dari neraca.

Memasuki bulan April, diprediksi menjadi bulan yang kuat untuk saham AS dengan penurunan bulanan terakhir pada tahun 2012. Chief Market Strategist at LPL Financial, Ryan Detrick mengungkapkan bahwa bulan ini para emiten memiliki rata-rata kinerja yang baik.

ZONA HIJAU

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau mengawali perdagangan di pekan ini, Senin (4/4). IHSG dibuka naik 5,83 poin (0,07 persen) ke 7.085,71

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah hari ini bergerak melemah terhadap dolar AS. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 08.58 WIB berada di Rp 14.350 atau melemah 23 poin (0,16 persen).

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 39,37 poin (0,80 persen) ke 27.610,58

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 158,79 poin (0,72 persen) ke 22.194,94

Indeks SSE Composite di China libur

Indeks Straits Times di Singapura naik 0,32 poin (0,01 persen) ke 3.419,86

 

 

Leave a Comment