Dua Indeks Wall Street Melemah, Dipicu Data Laporan Pekerjaan AS yang Mengecewakan

XM broker promo bonus

Pada penutupan perdagangan saham Amerika Serikat, Jumat (3/9/2021) waktu setempat, Wall Street berakhir variatif. Data laporan pekerjaan AS yang mengecewakan memicu dua dari tiga indeks utamanya melemah.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) dan S&P 500 (.SPX) masing-masing turun 0,3 persen dan 0,1 persen dengan saham industri terkait ekonomi termasuk General Electric (GE.N), 3M (MMM.N) dan Boeing (BA.N) jatuh antara 0,2 persen dan 1,7 persen.

Hanya Nasdaq Composite (.IXIC) yang naik 0,07 persen didorong oleh saham-saham teknologi kelas atas, termasuk Apple (AAPL.O), Alphabet (GOOGL.O), dan Facebook (FB.O). Saham teknologi cenderung berkinerja lebih baik saat suku bunga rendah.

Dilansir dari Reuters, Senin (6/9), sembilan dari sebelas sektor S&P turun pada sore hari, dengan saham industri yang sensitif secara ekonomi (.SPLRCI) dan keuangan (.SPSY) memimpin penurunan.

Saham perbankan (.SPXBK), yang umumnya berkinerja lebih baik ketika imbal hasil obligasi lebih tinggi justru turun 0,6 persen bahkan ketika imbal hasil Treasury 10-tahun acuan melonjak menyusul laporan tersebut.

“Angka itu mengecewakan besar dan jelas varian Delta berdampak negatif pada ekonomi tenaga kerja musim panas ini,” kata Kepala Strategi Investasi State Street Global Advisors Michael Arone di Boston.

Menurutnya, sudah tingginya orang yang berekreasi di masa pandemi ternyata tidak menambah jumlah pekerja dan sektor ritel benar-benar kehilangan banyak pekerjanya.

S&P 500 dan Nasdaq telah mencapai level tertinggi sepanjang masa selama beberapa minggu terakhir karena dukungan dari pendapatan perusahaan yang kuat, tetapi investor baru-baru ini menjadi berhati-hati pada sinyal hawkish dari The Fed dan lonjakan infeksi virus corona.

Pasar tenaga kerja tetap menjadi batu ujian utama bagi The Fed, di mana Ketua Jerome Powell mengisyaratkan pekan lalu bahwa mencapai pekerjaan penuh adalah prasyarat bagi bank sentral untuk mulai mengurangi pembelian asetnya (tapering).

Baca Juga:   Didorong Kenaikan Saham Teknologi, Wall Street Melesat

Pada Jumat, laporan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 235.000 pekerjaan pada Agustus, jauh meleset dari perkiraan ekonom 750.000. Gaji telah melonjak 1,05 juta pada Juli lalu.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa menguat hari ini. Pada penutupan perdagangan Jumat (3/9), IHSG ditutup naik 48,69 poin (0,80 persen) ke posisi 6.126,92.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG menguat ke level 6.099 hingga 6.144. Saham-saham yang dapat dicermati menurut Lanjar yakni ADRO, AGII, ANTM, BBRI, BRPT, HRUM, LSIP, TPIA.

“Secara teknikal IHSG berpeluang kembali menguat namun terbatas dengan support resistance 6.099-6.144,” ujar Lanjar dalam analisisnya, Senin (6/9).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG menguat ke rentang level 5.969 hingga 6.202. Namun rentang gerak IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi selama beberapa waktu mendatang.

“Kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG masih bersifat teknikal rebound, kenaikan masih mungkin dapat terjadi mengingat IHSG terlihat cukup kuat menjaga support level terdekatnya, namun para investor asing belum mencatatkan pertumbuhan capital inflow secara signifikan,” jelas William.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

 

 

Leave a Comment