Dua Indeks Utama Wall Street Tertekan, Setelah Saham Walt Disney Tumbang

Wall Street mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Senin (14/12) waktu Amerika Serikat. Dua dari tiga indeks utamanya yaitu Down Jones dan S&P 500 tumbang. Hanya Nasdaq Composite yang naik.

Dow Jones Industrial Average turun 0,48 persen menjadi 29.900,96 poin dan sedangkan S&P 500 turun 0,32 persen menjadi 3.651,92. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,61 persen menjadi 12.453,96.

Dikutip dari Reuters, Selasa (15/12), Dow Jones dan S&P 500 berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Senin karena dibebani saham Walt Disney yang anjlok 3,65 persen.

Walt Disney jatuh setelah BMO Capital Markets menurunkan peringkat saham menyusul kenaikan baru-baru ini. BMO Capital mengatakan Netflix kembali menjadi pilihan teratas. Harga saham Netflix naik hampir 4 persen.

Sementara itu, saham perusahaan vaksin Pfizer juga turun hampir 5 persen membebani lebih dari saham lain. Pejabat AS mulai memberikan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan mitranya di Jerman BioNTech pada Senin setelah persetujuan penggunaan darurat dari regulator federal (FDA) minggu lalu.

“Sementara seluruh pasar senang, optimistis tentang kedatangan vaksin pagi ini ke AS, saya pikir investor rata-rata menyadari bahwa peluncuran ini, distribusi vaksin ini tidak akan menjadi poin utama, tidak akan pergi secepat yang diharapkan,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Meski begitu, indeks barang konsumen S&P 500 menjadi pemenang terkuat di antara indeks sektoral. Indeks sektoral ini naik 1 persen dan terangkat oleh kenaikan harga saham Amazon yang menguat 1,4 persen. Sementara indeks energi jatuh lebih dari 3 persen.

Saham-saham lain bergerak fluktuatif. Misalnya harga saham Alexion Pharmaceuticals Inc melonjak sekitar 30 persen dan menjadi salah satu pendorong teratas untuk S&P 500 dan Nasdaq.

Harga saham Alexion menyentuh level tertinggi dalam 4,5 tahun setelah produsen obat Inggris AstraZeneca mengatakan akan membeli perusahaan biotek AS. Sedangkan saham AstraZeneca yang juga perusahaan farmasi, tercatat turun 8 persen.

Kemarin, dilaporkan bahwa negosiator di Kongres AS mendekati kesepakatan pengeluaran pemerintah besar-besaran yang akan mencegah penutupan pemerintah. Partai Republik dan Demokrat ngotot ingin memberikan putaran bantuan baru kepada negara yang dilanda virus corona.

Harga saham Alibaba Group Holding Ltd tercatat anjlok setelah China memperingatkan perusahaan internetnya tentang pengawasan anti-trust yang lebih ketat, memberlakukan denda, dan mengumumkan penyelidikan atas kesepakatan yang melibatkan Alibaba dan Tencent Holdings Ltd.

Sementara itu, harga saham Tesla Inc menguat hampir 5 persen sebagai antisipasi penambahannya ke indeks acuan S&P 500 minggu depan. Antisipasi ini dilakukan untuk merespons laporan penundaan produksi mobil listrik Tesla.

 

Leave a Comment