Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada hari Selasa untuk hari kedua berturut-turut, Indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average, mencetak rekor penutupan tertinggi. Saham sektor keuangan dan industri perbankan yang menguat menjadi pemicu kenaikan tersebut.

Sedangkan indeks Nasdaq ditutup melemah, sementara S&P 500 hampir datar. Saham-saham besar termasuk Tesla diketahui menurun sehingga membebani indeks terutama Nasdaq Composite.

Dikutip dari Reuters, Rabu (5/1), S&P 500 kehilangan 3,17 poin atau 0,07 persen menjadi berakhir pada 4.793,39 poin, sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 209,55 poin atau 1,3 persen menjadi 15.623,25. Sementara itu Dow Jones Industrial Average naik 213,47 poin, atau 0,58 persen menjadi 36.798,53.

Sektor energi, keuangan, dan industri termasuk di antara sektor-sektor yang memimpin kenaikan di S&P 500.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa saat ini semakin banyak bukti bahwa varian virus corona yang baru atau omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya.

Indeks bank S&P 500 juga naik tajam. Beberapa ahli mengatakan sektor keuangan dan saham berorientasi nilai lainnya dapat memimpin pasar dalam waktu dekat. Sebab investor telah bersiap untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada pertengahan tahun demi menahan laju inflasi. Imbal hasil Treasury AS juga naik pada perdagangan kedua tahun ini.

Bank sentral AS mengatakan bulan lalu akan mengakhiri pembelian obligasi era pandemi pada 2022, hal ini memberikan sinyal setidaknya tiga kali kenaikan suku bunga di tahun ini.

Saham Tesla jatuh, sehari setelah melonjak lebih dari 13 persen karena pengiriman kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan.

Saham Ford Motor Co melonjak setelah pembuat mobil itu mengatakan akan melipatgandakan kapasitas produksi tahunan untuk pikap listrik F-150 Lightning menjadi 150.000 kendaraan.

Sebelumnya, data manufaktur AS untuk bulan Desember menunjukkan beberapa penurunan permintaan barang, tetapi investor optimistis dengan tanda-tanda berkurangnya kendala pasokan.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan, Rabu (5/1). Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (4/1), IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 30,065 poin (0,45 persen) ke posisi 6.695.373.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, penguatan awal tahun masih akan terjadi. Meskipun penguatan saham terlihat sudah cukup terbatas.

“Pergerakan IHSG masih dalam nuansa awal tahun terlihat masih berpotensi menguat, namun penguatan terlihat sudah cukup terbatas sehingga risiko terhadap potensi terjadinya koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai,” ujar William dalam analisisnya, Rabu (5/1).

Koreksi jangka pendek, kata dia, mungkin terjadi. Mengingat capital inflow yang belum terlihat melaju secara signifikan ke dalam pasar modal Indonesia. Sehingga jika terjadi koreksi wajar momentum masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

Adapun IHSG diprediksi bergerak di rentang 6.538-6.702. Saham rekomendasi William yang bisa dicermati yakni SMGR, AALI, BBNI, ITMG, ASII, BMRI, ICBP, dan CTRA.

 

Leave a Comment