Donald Trump Sebabkan Wall Street Anjlok Lebih Dari 1 Persen

Indeks utama Wall Street ditutup anjlok lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (6/10) setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan pembahasan undang-undang stimulus ekonomi sampai pemilu selesai.

Dikutip dari Reuters, Rabu (7/10), saham sempat naik tetapi berbalik arah setelah Donald Trump berkicau di Twitter soal pembatalan stimulus tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average. DJI turun 375,88 poin, atau 1,34 persen menjadi 27.772,76. Sedangkan indeks S&P 500 .SPX kehilangan 47,66 poin, atau 1,40 persen menjadi 3.360,97 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 177,88 poin, atau 1,57 persen menjadi 11.154,60.

Saham emiten penerbangan juga terpantau jatuh. Saham United Airlines UAL.N berakhir turun 3,6 persen.

“Sebagian besar reli yang kami lihat pada minggu lalu secara khusus didasarkan pada harapan adanya paket stimulus tambahan,” kata Robert Phipps, direktur Per Stirling Capital Management di Austin, Texas.

Kasus virus corona masih meningkat di sebagian besar negara. Sehingga investor berharap Trump kembali menggelontorkan stimulus. Awalnya sentimen tersebut berhasil mendongkrak saham yang sempat drop setelah Trump dinyatakan positif COVID-19.

“Jelas pasar memperkirakan beberapa kemungkinan stimulus,” kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina. Sebelumnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi AS masih jauh dari selesai. Powell mengatakan rebound domestik masih bisa turun ke spiral yang menurun jika virus corona tidak dikendalikan secara efektif dan pertumbuhan dipertahankan.

Volume perdagangan di Bursa Saham Amerika itu mencapai 10,55 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,79 miliar saham.

 

Leave a Comment