Ditopang Saham-saham Teknologi, Wall Street Naik Tipis  

Pada penutupan perdagangan Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Kamis (22/7/2021) waktu setempat, tiga indeks utama Wall Street menguat tipis. Kenaikan sejumlah saham teknologi di musim laporan keuangan kuartalan, meski data ekonomi AS terpantau lesu, mendorong kenaikan tersebut.

Saham-saham teknologi yang naik mulai dari Apple Inc (AAPL.O), Amazon.com (AMZN.O), Facebook Inc (FB.O), pemilik Google Alphabet Inc (GOOGL.O), hingga Microsoft Corp (MSFT.O) menjelang hasil kuartalan mereka minggu depan, menempatkan Nasdaq yang sarat teknologi di depan.

Melansir Reuters, Jumat (23/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 55,65 poin atau 0,16 persen menjadi 34.853,65, S&P 500 (.SPX) menguat 8,84 poin atau 0,20 persen menjadi 4.367,53, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 56,12 poin atau 0,38 persen menjadi 14.688,07.

Ketiga indeks saham utama AS saat ini berada dalam 0,5 persen dari rekor penutupan tertinggi mereka. Dari 11 sektor utama S&P 500, teknologi (.SPLRCT) bersinar paling terang, naik 0,7 persen, sementara saham keuangan (.SPSY) mengalami penurunan persentase terbesar.

Di sisi lain, data ekonomi AS lesu. Hal ini terlihat dari jumlah pekerja di sana yang mengajukan aplikasi pertama kali untuk tunjangan pengangguran (USJOB=ECI) melonjak secara tak terduga menjadi 419.000 minggu lalu, tertinggi dua bulan, menurut Departemen Tenaga Kerja.

“Pasar ketakutan atas klaim pengangguran, tetapi investor tetap fokus pada pendapatan daripada data makro. Dan pendapatan perusahaan sejauh ini lebih baik dari yang diharapkan,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Pelaku pasar mengamati dengan cermat indikator pasar tenaga kerja untuk petunjuk kapan Bank Sentral AS The Fed yang diperkirakan akan bersidang minggu depan untuk pertemuan kebijakan moneter dua hari, akan memulai diskusi tentang kenaikan suku bunga utama mendekati nol.

Imbal hasil Treasury Benchmark mereda setelah tawaran pada lelang TIPS terbesar yang pernah ada menyentuh rekor terendah, menekan bank-bank yang sensitif terhadap suku bunga.

Selain saham teknologi, sejumlah saham bergerak fluktuatif seperti produsen obat Biogen Inc (BIIB.O) naik 1,2 persen setelah menaikkan panduan pendapatan setahun penuh, sementara Domino’s Pizza Inc (DPZ.N) melonjak 14,2 persen ke level tertinggi sepanjang masa setelah laporan kuartalannya.

Southwest Airlines Co (LUV.N) membukukan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan, membuat sahamnya turun 3,5 persen. Sementara American Airlines Group Inc (AAL.O) merosot 1,5 persen, bahkan setelah melaporkan laba kuartalan. Indeks S&P 1500 Airlines (.SPCOMAIR) juga turun 1,6 persen.

Saham Texas Instruments Inc (TXN.O) turun 5,0 persen setelah perkiraan pendapatan kuartal saat ini menimbulkan kekhawatiran apakah pembuat chip akan dapat memenuhi permintaan yang melonjak dalam menghadapi kekurangan semikonduktor global. Lalu Indeks Philadelphia SE Semiconductor (.SOX) terakhir turun lebih dari 1 persen.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini, Jumat (23/7). Sejumlah saham rekomendasi para analis layak dikoleksi menjelang akhir pekan ini.

Indosurya Bersinar Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini di rentang 6.056-6.202. Menurut Direktur Utama Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya, pergerakan IHSG telah berhasil menggeser rentang konsolidasi wajarnya ke arah yang lebih baik.

Menurut dia, peluang kenaikan masih terbuka hingga beberapa waktu mendatang, ditopang oleh beberapa data perekonomian yang telah dilansir dan menunjukkan stabilnya perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 3,5 persen.

“Sedangkan capital inflow yang tercatat mulai terlihat bertumbuh secara year to date, sehingga hari ini IHSG masih berpotensi untuk bergerak pada zona hijau,” katanya dalam riset harian, Jumat (23/7).

Deretan saham rekomendasi Indosurya Sekuritas mulai dari BBCA, ICBP, BBNI, JSMR, TLKM, ASII, dan ITMG.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan juga menyebut IHSG jelang akhir pekan ini akan menguat. Secara teknikal, candlestick IHSG membentuk long white body dengan indikator stochastic yang melebar setelah membentuk golden cross.

“Penguatan IHSG akan bersifat terbatas karena masih dibayangi akan kasus Covid-19 dari dalam negeri yang tercatat turun namun angka kematian semakin tinggi sehingga masih cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Artha Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan support 1 di level 6.083, support 2 di level 6.030, resistance 1 di level 6.190, dan resistance 2 di level 6.168. Sejumlah saham rekomendasinya ada AGII, KLBF, dan BBRI.

 

Leave a Comment