Ditopang Saham Perbankan dan Raksasa Teknologi, Wall Street Melambung

Pada sesi akhir perdagangan saham Amerika Serikat, Selasa (8/2/2022), Wall Street naik tajam. Dua saham raksasa teknologi, Apple dan Microsoft membuat bursa saham AS.

Mengutip laporan Reuters pada Rabu (9/2), Dow Jones Industrial Average naik 1,06 persen ke level 35.462,7 poin. Adapun Nasdaq Composite berakhir naik 1,28 persen menjadi 14.194,46.

Sementara S&P 500 naik 0,84 persen menjadi 4.521,5. Dengan kenaikan pada akhir perdagangan ini, S&P 500 tercatat tetap terkoreksi 5 persen sepanjang tahun ini. Sedangkan Nasdaq telah kehilangan sebesar 9 persen.

Selain saham dua perusahaan teknologi, sentimen positif pada perdagangan juga dipicu lonjakan imbal hasil Treasury. Ini membuat saham-saham perbankan AS berakhir di zona hijau.

Sejumlah saham perusahaan melesat, mulai dari Amazon.com Inc yang naik 2,2 persen. Kemudian Apple dan Microsoft masing-masing naik 1 persen.

Sedangkan indeks perbankan S&P 500 menguat 1,9 persen setelah benchmark imbal hasil Treasury AS 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2019. Saham perbankan seperti Bank of America Corp, JPMorgan Chase & Co hingga Wells Fargo, tercatat naik lebih dari 1 persen.

Sementara di sisi lain, indeks sektor energi S&P 500 terkoreksi 2,1 persen. Sentimen negatif dipicu oleh sinyal komunikasi antara AS dan Iran. Ini dinilai bakal menghidupkan kembali perjanjian nuklir internasional hingga meroketnya ekspor minyak dari produsen OPEC.

Data harga konsumen AS yang dirilis pada Kamis nanti, diperkirakan berada di level tertinggi selama 4 dekade, yakni sebesar 7,3 persen. Angka ini sejalan dengan data tenaga kerja AS yang cukup baik pekan lalu, memicu kekhawatiran investor bahwa The Fed bakal memperketat suku bunga lebih awal.

Agresivitas bank sentral AS, ketegangan geopolitik di Ukraina, hingga laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi disinyalir membebani indeks utama AS sejak awal tahun ini.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,3 miliar saham, sedikit turun dibandingkan rata-rata 12,3 miliar saham dalam perdagangan 20 hari terakhir.

BERGERAK TERBATAS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan, Rabu (9/2). Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (8/2), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 15,41 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.789,52.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memprediksi IHSG kembali akan bergerak pada pola tekanan terbatas setelah mencatatkan all time high (ATH) secara intraday.

“Masih minimnya sentimen serta terjadinya perlambatan roda perekonomian masih menjadi tantangan tersendiri bagi pasar modal Indonesia,” ujar William dalam analisisnya, Rabu (9/2).

Kendati demikian, menurutnya pasca rilis beberapa data perekonomian yang menunjukkan kondisi perekonomian yang stabil turut menopang pergerakan IHSG hingga saat ini.

“Sehingga pergerakan fluktuatif yang terjadi dalam IHSG masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek,” ujarnya.

William memprediksi indeks harga saham akan bergerak di rentang 6.698 – 6.876. Dan saham-saham yang direkomendasikan berdasarkan analisisnya antara lain ASII, BBNI, AALI, UNVR, BMRI, SMRA, dan ASRI.

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengatakan IHSG pada perdagangan hari ini akan didorong oleh penguatan lagi harga komoditas batu bara dan emas.

Namun, dia mengingatkan ada sejumlah sentimen negatif dari harga minyak, CPO, nikel, serta kembali naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun.

 

 

Leave a Comment