Ditopang Kenaikan Saham Google dan Microsoft, Nasdaq Ditutup Stagnan

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Rabu (27/10/2021), indeks utama Wall Street, Nasdaq berakhir stagnan, ditopang oleh kenaikan di Microsoft dan induk Google Alphabet menyusul hasil kuartalan mereka. Di sisi lain sektor siklus dibebani penurunan harga minyak dan mundurnya imbal hasil Treasury dan membuat S&P 500 melemah.

Dikutip dari Reuters, Kamis (28/10), Dow Jones Industrial Average turun 266,19 poin, atau 0,74 persen menjadi 35.490,69. Sementara S&P 500 kehilangan 23,11 poin, atau 0,51 persen menjadi 4.551,68 dan Nasdaq Composite bertambah 0,12 poin, atau tidak berubah, menjadi 15.235,84.

Saham Microsoft Corp naik 4,21 persen atau ditutup pada rekor tertinggi setelah perseroan memperkirakan kinerja yang membaik sepanjang tahun kalender. Hal tersebut sebagian didorong oleh bisnis cloud yang sedang booming. Sementara itu saham Alphabet Inc melonjak 4,96 persen setelah melaporkan rekor laba kuartalan karena lonjakan penjualan iklan.

Keuntungan di dua saham tersebut menyumbang hampir 90 poin di Nasdaq. Sedangkan pergerakan Microsoft juga memberikan dorongan terbesar untuk Dow Industrials, S&P 500 dan Nasdaq.

Benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun tercatat menurun selama empat hari berturut-turut. Kemarin imbal hasil turun lebih dari 6 basis poin menjadikan penurunan harian terbesar sejak 13 Agustus.

Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah membuat kinerja saham emiten-emiten energi melemah. Dua sektor tercatat mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam lima minggu yaitu saham JP Morgan turun 2,08 persen dan Exxon Mobil turun 2,60 persen.

Awal yang solid untuk musim pendapatan telah membantu mendorong S&P 500 dan Dow ke level tertinggi sepanjang masa minggu ini. Hal ini didorong oleh optimisme investor atas kemampuan perusahaan untuk menavigasi kemacetan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja, dan meningkatnya tekanan harga.

Baca Juga:   Rencana Peluncuran Vaksin Corona Terkendala, Wall Street Ditutup Bervariasi

Laba untuk perusahaan S&P 500 diperkirakan akan tumbuh 37,6 persen tahun-ke-tahun di kuartal ketiga. Dari 192 perusahaan yang telah melaporkan pendapatan, 82,8 persen telah melampaui ekspektasi analis.

Saham Robinhood Markets Inc jatuh 10,44 persen setelah broker ritel melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang suram karena tingkat perdagangan menurun untuk cryptocurrency termasuk dogecoin.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,74 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,43 miliar saham.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.472 dan level tertinggi 6.691 sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (27/10), IHSG ditutup melemah di level 6.602,20 atau turun 0,82 persen.

“Perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi tekanan yang masih terlihat lebih besar dibanding dengan keinginan naiknya,” tulis William dalam risetnya, Kamis (28/10).

Menurut William, kurangnya sentimen yang dapat membooster kenaikan IHSG serta kondisi perlambatan perekonomian masih akan terus memberikan pengaruh terhadap kinerja emiten hingga beberapa waktu mendatang. Namun untuk jangka panjang masih terlihat bahwa perbaikan perekonomian akan terjadi dalam tempo cepat atau lambat. “Sehingga dapat kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

 

Baca Juga:   Terbebani Menurunnya Penjualan Ritel AS, Wall Street Ditutup Melemah

 

Leave a Comment