Pada perdagangan Rabu (15/12/2021), Wall Street berakhir naik tajam, setelah Federal Reserve mengatakan akan mengakhiri pembelian obligasi era pandemi pada bulan Maret.
Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 1,08 persen menjadi 35.927,43 poin. Sedangkan S&P 500 naik 1,63 persen menjadi 4.709,85. Nasdaq Composite naik 2,15 persen menjadi 15.565,58.
Setelah pertemuan yang dilakukan dua hari, The Fed mengisyaratkan target inflasinya telah terpenuhi. Pengumumannya untuk mengakhiri pembelian obligasi membuka jalan bagi kenaikan suku bunga tiga perempat persen pada akhir tahun 2022.
Ketiga indeks saham utama AS naik ke wilayah positif. Wall Street memperpanjang kenaikan tersebut karena Ketua Fed, Jerome Powell, selama konferensi persnya memberikan nada optimis tentang pemulihan ekonomi AS dan menyatakan kesediaan untuk menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
“Apa yang dikatakan pasar adalah, karena Fed meningkatkan taper mereka, mungkin mereka merasa inflasi terkendali,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.
“Mereka melakukan apa yang diharapkan. Itu akan menambah kredibilitas The Fed dan itu akan – seimbang – netral hingga positif bagi pasar,” lanjutnya.
Di antara 11 indeks sektor S&P 500, teknologi melonjak 2,7 persen dan layanan kesehatan naik 2,1 persen.
Apple Inc naik 2,85 persen dan Nvidia Corp menguat 7,49 persen, dengan keduanya mengangkat S&P 500 lebih banyak daripada saham lainnya.
Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 3,7 persen. Albemarle Corp berakhir 1,67 persen lebih rendah setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat produsen lithium.
Volume di bursa AS mencapai 12,2 miliar saham. Lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 11,6 miliar selama 20 hari terakhir perdagangan.
MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah hari ini. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,16 persen di level 6.626,25.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.582 dan level tertinggi 6.676 sepanjang perdagangan hari ini.
“Perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat dalam rentang konsolidasi wajar pasca pencapaian rekor ATH beberapa waktu yang lalu,” tulis William dalam risetnya, Kamis (16/12/2021).
William menilai potensi indeks saham untuk kembali mengalami kenaikan signifikan belum terlihat, mengingat capital inflow jelang akhir tahun juga belum terlihat masif.
Namun sentimen rilis data keuangan mengenai tingkat suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan tak berubah, dapat menjadi salah satu sentimen positif untuk beberapa sektor tertentu.
“Sekaligus menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian masih berada dalam keadaan stabil. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” ujarnya.
Berikut saham yang direkomendasikan William:
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
PT Bank Ina Perdana (BINA)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)