Dipicu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed, Wall Street Anjlok

Indeks utama Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (10/2). Hal ini menyusul kekhawatiran investor terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral AS menaikkan suku bunga secara agresif untuk melawan inflasi.

Dikutip dari Reuters, Jumat (11/2), Dow Jones Industrial Average turun 1,47 persen menjadi berakhir pada 35.241,59 poin. Sedangkan S&P 500 turun 1,81 persen menjadi 4.504,06.

Sementara Nasdaq Composite turun drastis sebesar 2,1 persen menjadi 14.185,64. Ini adalah ketujuh kalinya sejak tahun 2022, Nasdaq kehilangan lebih dari 2 persen dalam satu sesi. Secara kumulatif, S&P 500 sudah turun sekitar 5 persen pada tahun 2022, sedangkan Nasdaq turun sekitar 9 persen.

Saham raksasa teknologi terpantau mengalami penurunan yang cukup besar. Saham Tesla Inc, Nvidia, dan Microsoft masing-masing kehilangan sekitar 3 persen.

Semua 11 indeks sektor S&P 500 tercatat mengalami penurunan. Sektor teknologi turun 2,75 persen, dan real estate turun 2,86 persen, menjadi sektor yang memimpin penurunan di indeks ini. Sementara itu, perusahaan AS terus melaporkan hasil kinerja keuangan kuartalan yang optimis. Sebanyak 78 persen dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasilnya yang mengalahkan perkiraan laba analis dan di atas ekspektasi pasar, menurut data Refinitiv.

Walt Disney Co naik 3,4 persen setelah mengalahkan perkiraan pendapatan dan laba pada penambahan pelanggan yang kuat dan kehadiran di taman hiburan AS. Ada juga perusahaan Barbie, Mattel Inc dan sereal Kellogg Co masing-masing naik 7,65 persen dan 3,11 persen.

Saham AS semakin anjlok setelah Presiden Federal Reserve Bank, St. Louis James Bullard, mengatakan dia akan mengambil kebijakan yang agresif. Bullard, anggota pemungutan suara komite penetapan suku bunga Fed tahun ini, menginginkan persentase penuh kenaikan suku bunga pada 1 Juli 2022.

Beberapa menit setelah komentar Bullard, kontrak berjangka suku bunga sepenuhnya naik di kisaran target Fed. Suku bunga kebijakannya menjadi 1 -1,25 persen pada akhir pertemuan kebijakannya di bulan Juni. Beberapa prediksi bahkan kenaikan suku bunga akan lebih curam.

Sementara itu, data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan harga konsumen melonjak 7,5 persen bulan lalu pada basis tahun-ke-tahun, melampaui perkiraan ekonom sebesar 7,3 persen dan menandai kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam 40 tahun.

 

Leave a Comment