Dipengaruhi Omicron, Wall Street Ditutup Merah

Wall Street ditutup merah atau turun pada perdagangan Selasa (14/12). Varian corona Omicron yang menyebar cepat meredam sentimen investor.

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 0,3 persen menjadi 35.544,18 poin. Sementara S&P 500 kehilangan 0,75 persen menjadi 4.634,09. Nasdaq Composite turun 1,14 persen menjadi 15.237,64.

Penurunan dipimpin oleh saham teknologi. Dengan Salesforce.com, Microsoft Corp, Adobe dan Alphabet Inc mengerek S&P 500 dan Nasdaq turun. Apple Inc berakhir turun 0,8 persen.

Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir dalam 12 bulan hingga November melonjak 9,6 persen, mencatat kenaikan terbesar sejak November 2010. Itu mengikuti kenaikan 8,8 persen pada Oktober.

Sekitar dua pertiga saham Nasdaq diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari terakhir.

“Covid plus inflasi adalah Grinch yang mencuri Natal. Saya tidak meremehkan fakta bahwa ada beberapa nama besar Nasdaq yang menyerahkan sebagian dari keuntungan besar mereka. Ketika para pemimpin menjual, itu bukan pertanda baik,” kata Jake Dollarhide, chief executive officer di Longbow Asset Management.

Sepuluh dari 11 indeks sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor teknologi memberikan kinerja terburuk, yakni turun 1,6 persen. Saham keuangan naik 0,6 persen karena investor bertaruh pada nada hawkish dari The Fed.

Berkshire Hathaway dan Bank of America keduanya naik lebih dari 1 persen dan membantu menjaga S&P 500 agar tidak jatuh lebih jauh.

Jajak pendapat ekonom Reuters melihat bank sentral menaikkan suku bunga dari mendekati nol menjadi 0,25 persen -0,50 persen pada kuartal ketiga tahun depan, diikuti oleh yang lain di kuartal keempat.

Beyond Meat Inc menguat 9,3 persen. Pfizer naik 0,6 persen setelah mengatakan pil antivirus COVID-19-nya menunjukkan kemanjuran hampir 90 persen dalam mencegah rawat inap dan kematian pada pasien berisiko tinggi, dan bahwa data laboratorium menunjukkan obat tersebut mempertahankan efektivitasnya terhadap varian Omicron.

Volume di bursa AS mencapai 10,8 miliar saham. Angka itu lebih rendah dibandingkan rata-rata 11,5 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

TERKONSOLIDASI

Rilis neraca perdagangan hari ini bakal turut membayangi pergerakan pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal berpotensi terkonsolidasi.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (14/12), IHSG ditutup merah, turun 15,866 poin (0,25 persen) ke 6.413,892.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan perkembangan pergerakan indeks harga saham masih menunjukkan potensi koreksi wajar yang lebih besar dibanding keinginan naiknya. Dia memperkirakan IHSG bakal bergerak di rentang 6.542 hingga 6.689.

“Namun fundamental perekonomian yang terlihat masih cukup kuat tentunya masih akan menopang pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” jelas William dalam risetnya, Rabu (15/12).

Berikut rekomendasi saham hari ini:

– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

– PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

– PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

– PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

– PT Astra International Tbk (ASII)

– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

 

 

Leave a Comment