PADA perdagangan hari Rabu (9/3/2022), saham utama Wall Street melonjak, dipimpin oleh saham keuangan dan teknologi setelah rebound sejak beberapa hari yang lalu.
Dikutip dari Reuters, Kamis (10/3/2022), rebound terjadi disebabkan harga minyak turun tajam, setelah munculnya inflasi dan investor memantau perkembangan krisis Ukraina.
Harga minyak dunia mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries) atau OPEC mendukung peningkatan produksi ke pasar yang mengalami kekacauan.
Kekacauan pasar minyak global didorong sanksi yang dikenakan pada Rusia akibat konflik dengan Ukraina. Kenaikan tajam pada minyak dan komoditas lainnya memicu kekhawatiran kenaikan inflasi lebih besar dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Saya pikir ini adalah rally oversold pada beberapa komoditas. Di sisi lain, saham telah dijual cukup agresif selama beberapa hari,” ujar Kepala Investasi Greenwood Capital, Walter Todd.
Tiga indeks saham utama di AS mengalami kenaikan, di antaranya Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 653,61 poin, (2 persen) menjadi 33.286,25 poin.
Kemudian, saham berjangka S&P 500 (.SPX) naik 107,18 poin (2,57 persen) menjadi 4.277,88 poin. Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 460 poin (3,59 persen) menjadi 13.255,55 poin.
Sektor teknologi kelas berat (.SPRCT) dan keuangan (.SPSY) mendominasi kenaikan sektor S&P 500, masing-masing naik 4 persen dan 3,6 persen.
Setelah itu, sektor energy (.SPNY) yang sebelumnya menjadi salah satu sektor terkemuka pada tahun 2022, turun 3,2 persen karena minyak mentah Brent turun menjadi sekitar USD 110 per barel di awal minggu.
Saham perjalanan dan liburan, yang sebelumnya anjlok baru-baru ini, kini melonjak, yaitu saham Carnival Corp (CCL.N) naik 8,8 persen dan United Airlines Holdings naik 8,3 persen.
Investor sedang menunggu laporan harga konsumen AS hari ini, sebagai rilis data menjelang pertemuan Fed 15-16 Maret mendatang.
TREN PENGUATAN
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (10/3). Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 0,74 persen atau 50,26 poin ke level 6.864,44.
Head of MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, memprediksi tren penguatan indeks saham hari ini akan ditopang penguatan harga beberapa komoditas seperti CPO, coal dan timah. Tak hanya itu, beberapa indeks saham juga turut berkontribusi.
“Tren penguatan IHSG diperkirakan akan berlanjut Kamis ini seiring terjadinya kenaikan cukup tajam Indeks DJIA sebesar 2 persen dan penguatan EIDO cukup tajam sekitar 3,09 persen, di tengah penguatan cukup tajam harga beberapa komoditas seperti CPO naik 11,21 persen, Coal naik 2,2 persen dan timah naik 4,1 persen,” kata Edwin dalam analisisnya, Kamis (10/3).
Namun, turunnya harga komoditi gold dan oil menurut Edwin perlu diwaspadai para investor. Sebab dikhawatirkan akan banyak terjadi aksi profit taking di saham-saham berbasis gold dan crude oil.
“Di lain pihak, investor perlu waspadai terjadinya aksi sell alias profit taking saham-saham berbasis gold dan crude oil seiring tajamnya kejatuhan harga komoditas gold sekitar 3 persen dan oil 11,79 persen,” jelasnya.
Sementara, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan tren kenaikan IHSG saat ini ditopang oleh tercatatnya arus deras capital inflow yang masuk ke dalam pasar modal Indonesia.
Akan tetapi menurutnya tren kenaikan saat ini masih bersifat teknikal rebound. Walau kemungkinan tren kenaikan jangka pendek terbuka lebar, William mengatakan risiko terhadap koreksi jangka pendek juga harus diwaspadai.
“Namun risiko terhadap potensi terjadinya koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai selama IHSG belum dapat mencatat all time high kembali,” jelas William.
William memperkirakan IHSG hari ini berada di range 6.811 sampai 6.996. Sementara saham yang direkomendasikan antara lain BBCA, ASII, AALI, BBNI, PWON, JSMR, INDF dan EXCL.