Didorong Sektor Teknologi, Wall Street Menguat

Pada perdagangan Kamis (28/10/2021), indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi. Indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan rekor penutupan. Salah satunya didorong oleh sektor teknologi.

Dikutip dari Reuters, Jumat (29/10), Dow Jones Industrial Average (.DJI) ditutup naik 239,79 poin, atau 0,68 persen pada 35.730,48, S&P 500 (.SPX) naik 44,74 poin, atau 0,98 persen menjadi 4.596,42 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 212,28 poin, atau 1,39 persen menjadi 15.448,12.

Saham Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Apple Inc (AAPL.O) turun tajam setelah perseroan merilis hasil kuartalan. Saham Amazon turun 4 persen sementara saham Apple turun lebih dari 3 persen.

Apple mengatakan kelangkaan rantai pasokan menelan biaya USD 6 miliar pada penjualan di kuartal III kemarin. Bahkan dampaknya akan lebih buruk lagi di kuartal IV atau pada musim liburan.

Sementara itu, emiten kakap Tesla Inc (TSLA.O), ditutup naik 3,8 persen mendorong Nasdaq dan S&P. Indeks S&P juga didorong oleh saham Caterpillar Inc (CAT.N), yang ditutup naik 4 persen setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu saham produsen obat Merck & Co Inc (MRK.N), juga naik 6 persen.

Semua 11 sektor utama S&P ditutup lebih tinggi, dengan sektor Real Estat (.SPLRCR), konsumen (.SPLRCD), dan industri (.SPLRCI) memimpin kenaikan.

Penghasilan yang solid juga sejalan dengan laporan Departemen Perdagangan yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh 2 persen pada kuartal III secara tahunan. Selain itu, data lain menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mulai menurun pada pekan lalu karena pasar tenaga kerja perlahan membaik.

Di sisi lain, analis berharap keuntungan perusahaan S&P 500 bisa tumbuh 38,6 tumbuh secara tahunan di kuartal ketiga. Dari 244 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan pada Kamis pagi, 82 persen di antaranya telah melampaui perkiraan.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,05 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,34 miliar saham.

MELAMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.472 dan level tertinggi 6.691 sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Kamis (29/10), IHSG ditutup melemah di level 6.524,07 atau turun 1,18 persen.

“Pola pergerakan IHSG saat ini terlihat masih memiliki peluang koreksi yang cukup besar, sedangkan gelombang tekanan yang sedang terjadi terlihat belum akan berakhir,” tulis William dalam risetnya, Jumat (29/10).

Hal ini terlihat dari masih minimnya sentimen ditambah dengan kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlangsung. Di sisi lain harga komoditas masih berpotensi melemah sehingga dapat memberikan dampak terhadap emiten-emiten yang berkaitan. “Hal ini juga akan memberi dampak terhadap pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

 

 

Leave a Comment