Didorong Sektor Teknologi, Wall Street Ditutup Menguat Tipis

XM broker promo bonus

Dalam perdagangan Kamis (19/8/2021), indeks utama Wall Street, S&P 500 berakhir sedikit lebih tinggi. Keuntungan di saham teknologi di tengah kekhawatiran investor soal kemungkinan Federal Reserve bakal mengurangi stimulus moneternya mendorong kenaikan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Jumat (20/8), Dow Jones Industrial Average turun 66,57 poin, atau 0,19 persen menjadi 34.894,12, S&P 500 naik 5,53 poin, atau 0,13 persen menjadi 4.405,8 dan Nasdaq Composite menambahkan 15,87 poin, atau 0,11 persen menjadi 14.541,79.

Kenaikan sektor teknologi juga mendukung Nasdaq, sementara sektor yang sensitif secara ekonomi seperti energi dan material tercatat melemah.

Di sisi lain, angka pengangguran di AS mulai menurun. Hal ini ditunjukkan dari berkurangnya jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran. Jumlah klaim tersebut bahkan turun ke level terendah dalam 17 bulan terakhir.

Sektor teknologi naik paling tinggi hingga 1 persen, didorong oleh kenaikan saham Nvidia Corp hingga 4 persen. Perusahaan pembuat chip tersebut memperkirakan pendapatan mereka di kuartal ketiga bisa berada di atas ekspektasi Wall Street.

Sementara itu sektor consumer dan real estat yang umumnya dianggap sebagai sektor defensif, keduanya naik sekitar 0,9 persen. Sedangkan sektor keuangan dan industri berada di antara sektor-sektor yang berada di zona merah, masing-masing turun sekitar 0,8 persen.

Dalam perdagangan kali ini, saham jaringan department store AS Macy’s Inc dan Kohl’s Corp masing-masing naik 19,6 persen dan 7,3 persen mengikuti perkiraan penjualan tahunan yang meningkat.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,3 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,3 miliar saham.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah hari ini. Pada penutupan perdagangan Kamis (19/8) kemarin, IHSG ditutup turun 125,83 poin (-2,06 persen) ke posisi 5.992,322.

Baca Juga:   Wall Street Melemah, Imbas Saham Teknologi Berguguran

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG bergerak ke level 5.860 hingga 6.026. Dia menjelaskan, pelemahan IHSG tepat mengkonfirmasi pola head and shoulders dan melemah tertahan pada level support moving average 200 hari.

“Diperkirakan IHSG bergerak cenderung terkonsolidasi mencoba bertahan di level support Moving Average 200 hari dengan support resistance 5860-6026,” ujar Lanjar dalam risetnya, Jumat (20/8).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga memprediksi IHSG bakal tertekan hari ini. Dia memprediksi IHSG akan bergerak di level 5.872 hingga 6.123.

“Akhir pekan terlihat kondisi pergerakan IHSG masih akan bergerak melemah, sentimen dari sedangkan peluang pergerakan masih akan terlihat berada dalam tekanan pada rentang jangka menengah, sedangkan dalam jangka panjang masih memiliki potensi kenaikan untuk IHSG, hari ini IHSG berpotensi tertekan,” jelasnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

– PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)

– PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

– PT Wijaya Karya Beton (WTON)

– PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

– Pakuwon Jati Tbk (PWON)

– PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

– PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

– PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

– PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

– Ciputra Development Tbk. (CTRA)

 

 

Leave a Comment