Pada perdagangan Jumat (15/10/2021), indeks utama Wall Street ditutup menguat. Dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2021), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 382,2 poin, atau 1,09 persen menjadi 35.294,76. Sementara S&P 500 (.SPX) naik 33,11 poin, atau 0,75 persen menjadi 4.471,37 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 73,91 poin, atau 0,5 persen menjadi 14.897,34.
Saham Goldman Sachs Group (GS.N) melonjak 3,8 persen dan memberikan dorongan terbesar pada indeks Dow. Laporan Goldman sejalan dengan hasil yang kuat dari Bank of America (BAC.N) dan lainnya minggu ini.
Perbankan merupakan subsektor yang membukukan kenaikan terbesar pada indeks S&P 500 hari ini. Adapun indeks bank (.SPXBK) naik 2,1 persen
Hasil laporan kuartalan dari para emiten keuangan kelas kakap memberikan awal yang kuat untuk kuartal ketiga. Meskipun investor masih akan mengamati dampak dari gangguan rantai pasokan dan kenaikan biaya terutama untuk sektor energi.
Saham Alcoa Corp (AA.N) melonjak 15,2 persen setelah produsen aluminium melaporkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Perseroan juga mengumumkan akan melakukan buyback saham senilai USD 500 juta dan akan membagikan dividen tunai triwulanan.
Di sisi lain Departemen Perdagangan AS melaporkan kenaikan mengejutkan pada penjualan ritel di bulan September meskipun investor masih khawatir terhadap kecukupan pasokan yang dapat mengganggu musim belanja pada liburan akhir tahun nanti.
Saham Moderna Inc (MRNA.O) turun 2,3 persen. Sebuah laporan di Wall Street Journal mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menunda keputusannya untuk mengizinkan vaksin COVID-19 Moderna bagi remaja. Perseroan dikabarkan tengah memeriksa apakah suntikan itu dapat meningkatkan risiko peradangan jantung.
Pada hari Kamis, saham Moderna melonjak ketika panel FDA memutuskan merekomendasikan suntikan vaksin COVID-19 untuk lansia Amerika berusia 65 dan lebih tua dan orang berisiko tinggi.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,83 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,5 miliar saham.
MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Senin (18/10). Dalam penutupan akhir pekan lalu, Jumat (15/10), IHSG ditutup stagnan di level 6.633,33.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.472 dan level tertinggi 6.691 sepanjang perdagangan hari ini.
“Pergerakan IHSG di pekan yang pendek ini masih akan diwarnai oleh upaya untuk mencatatkan all time high sepanjang masanya,” tulis William dalam risetnya, Senin (17/10).
Namun mengingat IHSG sudah mengalami kenaikan dalam beberapa waktu sebelumnya, maka potensi koreksi wajar masih cenderung tinggi.
Hal ini dikarenakan harga komoditas terutama batu bara yang cenderung terkoreksi serta capital inflow yang belum terlihat melaju secara signifikan masuk kembali ke dalam pasar modal.
“Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) PT Ciputra Development Tbk (CTRA) PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).