Didorong Saham Tesla dan Paypal, Wall Street Ditutup Kompak Menguat

PADA perdagangan Senin (25/10/2021), indeks utama Wall Street, Dow Industrials dan S&P 500 ditutup tembus rekor tertinggi. Nasdaq juga ditutup menguat didukung oleh kenaikan saham Tesla dan PayPal di saat Dow dan S&P mencapai tertinggi baru.

Dikutip dari Reuters, Selasa (26/10), Dow Jones Industrial Average naik 64,13 poin atau 0,18 persen menjadi 35.741,15, S&P 500 naik 21,58 poin atau 0,47 persen menjadi 4.566,48 dan Nasdaq Composite bertambah 136,51 poin atau 0,9 persen menjadi 15.226,71.

Saham Tesla Inc melonjak 12,66 persen ke level tertinggi barunya di USD 1.045,02 dan kaputalisasi pasarnya tembus USD 1 triliun. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan persewaan mobil Hertz memesan 100.000 mobil Tesla. Di sisi lain Morgan Stanley menaikkan target harga sahamnya menjadi USD 1.200 dari USD 900 per saham.

Saham Tesla yang terus meningkat dalam sembilan dari sepuluh sesi terakhir dan naik lebih dari 28 persen untuk bulan ini, memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq. Selain itu, kedua indeks tersebut juga didorong oleh saham PayPal Inc yang naik 2,70 persen setelah perusahaan pembayaran membatalkan rencana untuk membeli situs pinboard digital Pinterest Inc senilai USD 45 miliar. Saham Pinterest merosot 12,71 persen.

Mayoritas dari 11 sektor utama S&P menguat, dengan saham-saham sektor energi dan konsumen berkinerja baik. Saham-saham energi juga mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga minyak ke level tertinggi multi-tahun karena ketatnya pasokan.

Saham Facebook Inc naik 1,26 persen menjelang hasil kuartalannya. Nama-nama mega-cap lainnya yang dijadwalkan untuk melaporkan kinerja keuangan pada minggu ini termasuk Apple, Microsoft Corp dan induk Google Alphabet Inc.

Minggu ini, 165 komponen S&P 500 diperkirakan akan membukukan hasil kuartalan. Analis memperkirakan pendapatan di perusahaan S&P 500 tumbuh 34,8 persen tahun-ke-tahun untuk kuartal ketiga.

Investor juga menilai bagaimana perusahaan menavigasi kemacetan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja dan tekanan inflasi untuk mempertahankan pertumbuhan. Dari 119 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan hingga Senin pagi, 83,2 persen telah melampaui ekspektasi analis.

Saham Kimberley-Clark turun 2,20 persen setelah pembuat popok Huggies memangkas prospek laba 2021 karena inflasi biaya input yang lebih tinggi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,89 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,41 miliar saham.

BERGERAK TERBATAS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.472 dan level tertinggi 6.691 sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (25/10), IHSG ditutup melemah di level 6.625,69 atau turun 0,27 persen.

“Pola pergerakan IHSG saat ini terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajarnya,” tulis William dalam risetnya, Selasa (26/10).

Di sisi lain harga komoditas yang fluktuatif juga kondisi sektor riil yang masih melambat perlu diwaspadai oleh para investor. Namun menurutnya, momentum tekanan masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Astra Internasional Tbk (ASII)
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

 

 

Leave a Comment