Didorong Saham Teknologi dan Pertambangan, Wall Street Menguat

Ketiga indeks saham AS atau Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Senin (1/2). Kenaikan ini didorong oleh saham teknologi dan pertambangan, imbas hiruk pikuk perdagangan ritel yang bergeser ke perak.

Mengutip Reuters, Selasa (2/2), Dow Jones Industrial Average naik 229,29 poin atau 0,76 persen menjadi 30.211,91, indeks S&P 500 naik 59,62 poin atau 1,61 persen menjadi 3.773,86, dan Nasdaq bertambah 332,70 poin atau 2,55 persen menjadi 13.403,39.

ETF iShares Silver Trust melonjak 7,1 persen. Harga perak naik ke puncak tertingginya selama lebih dari delapan tahun, mencapai USD 30 per ons. Saham penambang kecil, Hecla Mining Co dan Coeur Mining Inc, juga melonjak.

Pekan lalu, pedagang ritel mendorong keuntungan besar di perusahaan seperti GameStop Corp. Namun kini GameStop turun 30,8 persen.

Teknologi S&P 500 dan sektor kebijakan konsumen masing-masing naik lebih dari 2 persen, memberi S&P 500 dorongan terbesar.

Amazon.com, menurut hasil laporan hari Selasa, merupakan salah satu pendorong saham terbesar bersama dengan Microsoft dan Apple.

Sementara itu, investor masih mengamati paket bantuan COVID-19. Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan 10 senator Republik untuk membahas proposal mereka mengenai bantuan senilai USD 1,9 triliun itu.

Demokrat pun bersiap untuk mendorong undang-undang stimulus COVID-19 tersebut melalui Kongres, meskipun nantinya tidak didukung Partai Republik.

Di sisi ekonomi, survei terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur AS sedikit melambat pada Januari, sementara harga yang dibayarkan pabrik untuk bahan baku dan input lainnya melonjak ke level tertinggi dalam hampir 10 tahun.

Volume di bursa AS adalah 15,92 miliar saham, hampir sama dengan rata-rata 15,6 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment